alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Di Lobar, Korona Menyebar di Lima Kecamatan, Narmada, Lingsar, Batulayar, Gunungsari dan Kediri

GIRI MENANG-Kasus warga positif Korona di Lombok Barat (Lobar) terus bertambah. Jumlahnya kini sudah enam orang. Tersebar di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Narmada, Lingsar, Gunungsari, Batulayar, dan Kediri.

“Untuk warga kami yang positif Korona itu inisial RA ada di Desa Sandik. Setelah kami telusuri, itu bukan perempuan seperti yang dirilis Pemerintah Provinsi NTB. Tapi, itu laki-laki,” jelas Camat Batulayar Syahruddin kepada Lombok Post, kemarin (13/4/2020).

RA diketahui terpapar Korona karena memiliki riwayat kontak dengan pasien positif yang berasal dari Mataram. Ia masuk kategori klaster Bogor. Saat ini, ia pun sedang melakukan karantina di Wisma Nusantara dengan kondisi baik.

Untuk mencegah penularan Korona di Batulayar, pemerintah kecamatan sudah melakukan tracing terhadap sejumlah orang yang disinyalir kuat pernah kontak dengan RA. Mulai dari anak dan istrinya, hingga tetangganya di wilayah Sandik.

“Untuk keluarga ada tiga orang. Sementara tetangganya tujuh orang,” jelas mantan Kabid Perdagangan Disperindag Lobar tersebut.

Syahrudin mengakui, pihaknya kecolongan untuk memberikan pengawasan ketat pada RA. Karena selama ini, pemerintah kecamatan fokus untuk mencegah penularan dari klaster Makassar. Mengingat ada ratusan jamaah tablig yang pulang dari Makassar berada di Batulayar.

“Kami fokus meminta warga kami yang jamaah tablig untuk isolasi mandiri. Alhamdulillah yang dari kluster Gowa itu, tidak ada yang positif. Tapi justru ini yang positif,” sesalnya.

Dengan kondisi ini, pihaknya pun kini mengambil langkah cepat mencegah penularan Covid-19 atau Korona di Batulayar. Bekerja sama dengan Puskesmas Meninting, Dinas Kesehatan Lobar dan Satgas Korona, telah dilakukan penyemprotan disinfektan ke rumah RA. Selain itu dilakukan juga rapid tes kepada semua orang yang disinyalir telah kontak dengan RA.

“Barusan (kemarin, Red) telah dilakukan rapid tes,” cetusnya.

Data awal dari Dinas Kesehatan Lobar, RA diprediksi telah kontak dengan sejumlah orang. Untuk itu, ia berharap kepada warga Batulayar untuk mau terbuka dan jujur memeriksakan diri ke pihak Puskesmas atau rumah sakit. Untuk mencegah penularan lebih lanjut.

“Untuk memutus rantai penularan virus ini satu kuncinya. Saya minta masyarakat ODP atau yang pernah kontak dengan pasien positif untuk jujur!” pintanya.

Terpisah, Camat Kediri Hermansyah yang ditemui Lombok Post di kantornya kemarin juga membenarkan jika satu warganya dinyatakan positif Korona. Warga tersebut merupakan jamaah tablig kluster Gowa. “Dia bertempat tinggal di Desa Montong Are, Desa Samajaya,” jelas Hermansyah.

Pihak kecamatan dan Satgas Korona pun sudah melakukan tracing dan rapid tes terhadap sekitar 30 orang yang disinyalir pernah kontak dengan R. Ditambah beberapa desa yang bersebelahan dengan Desa Montong Are yakni Desa Kediri dan Kediri Selatan melakukan isolasi mandiri saat malam hari. Untuk membatasi pergerakan warga. Termasuk menguatkan physical distancing dan mengurangi aktivitas yang menimbulkan keramaian.

“Termasuk jug auntuk Pasar Kediri, kami sudah berkoordinasi akan melakukan pembagian masker kepada para pedagang,” jelas Hermansyah.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat drg, Hj Ni Made Ambaryati dikonfirmasi membenarkan sebaran wabah Korona di Lombok Barat. Dimana lokasi sebarannya di lima kecamatan dengan enam warga yang dinyatakan positif. “Ya benar,” terangnya.

Enam warga tersebut adalah LAB, 54 tahun, warga Desa Badrain Kecamatan Narmada, AS, 47 tahun, warga Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, S, 36 tahun, warga Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar, HW, 2 tahun, warga Desa Jeringo Kecamatan Gunungsari, RA, 41 tahun warga Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, dan R, Desa Montong Are Kecamatan Kediri.

Untuk update data terbaru, Ambar mengaku pihaknya masih menunggu pemerintah provinsi NTB. “Nanti diumumkan provinsi,” tandasnya. (ton/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks