alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Warga Lembah Sempage, Narmada Tolak Pengeboran Air PT AMGM

GIRI MENANG-Langkah PT Air Minum Giri Menang (AMGM) melakukan pengeboran air di Desa Lembah Sempaga Kecamatan Narmada mendapat penolakan.

“Untuk menjaga kondusivitas wilayah mata air di wilayah Desa Lebah Sempaga, maka kami mohon kepada pihak PDAM (sudah berubah menjadi PT AMGM Perseroda) untuk menghentikan sementara aktivitas pengeboran air baku sampai keadaan kondusif,” ujar Kepala Desa Lembah Sempaga Mohammad Adi tertuang dalam surat yang ia layangkan kepada pihak PT AMGM.

Disinyalir, pengeboran dilakukan pihak PT AMGM tidak dibarengi sosialisasi kepada masyarakat. Akibatnya, warga sempat beramai-ramai menghentikan petugas yang sedang melakukan pengeboran di lokasi Desa Lebah Sempaga.

Pihak PT AMGM diminta segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar wilayah mata air. Sehingga bisa dipahami tentang pelaksanaan pengeboran tersebut. “Mohon supaya PDAM Giri Menang untuk lebih memperhatikan apirasi masyarakat Desa Lebah Sempaga terkait dengan penolakan tersebut,” pintanya.

Pihak kecamatan bersama pihak PT AMGM melakukan pertemuan ke kantor desa. Dilakukan upaya mediasi antara warga dengan pihak perusahaan plat merah tersebut. Hanya saja warga masih bersikeras tetap melakukan penolakan.

“Segala aktivitas pengeboran dihentikan. Untuk menjaga keamanan pekerja. Warga juga meminta semua alat pengeboran ditarik dulu,” ujar Kades.

PT AMGM diminta sosialisasi terlebih dulu kepada masyarakat yang kontra dengan baik. Khususnya warga Dusun Peseroan Jakung lokasi titik pengeboran. Persoalan utama penolakan ini menurut Adi, sapaannya adalah warga khawatir mata air menjadi kering. Khususnya yang bersumber dari hutan. “Kalau menurut kajian Amdalnya katanya tidak apa-apa. Karena yang dibor adalah air tanah dalam dengan kedalaman lebih dari 100 meter. Cuma warga kami tetap khawatir sumber mata air jadi kering,” ucapnya.

Sementara Dirut PT AMGM Lalu Ahmad Zaini mengaku pihaknya memang tengah melakukan pengeboran di wilayah Lebah Sempaga. Untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah Lobar. “Kebutuhan debit air sejauh ini mencukupi. Pengeboran di Lebah Sempaga itu untuk memenuhi kebutuhan warga yang di selatan seperti Sekotong dan sekitarnya,” jelasnya kepada Lombok Post.

Terkait dengan penolakan warga Desa Lebah Sempaga, Zani mengaku akan mempelajarinya. “Nanti saya cek dulu ya (persoalannya),” ungkapnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks