alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

MUI Lobar Imbau Desa Terpapar Korona Beribadah di Rumah

GIRI MENANG-Pemkab Lombok Barat (Lobar) tengah menyiapkan masa transisi new normal. Selama masa transisi ini, sejumlah tempat ibadah sudah mulai dibuka khususnya untuk pelaksanaan ibadah Salat Jumat.

“Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lobar tanggal 10 Juni sudah mengeluarkan maklumat tentang pelaksanaan ibadah di masa transisi new normal, ” jelas Sekretaris MUI Lobar H Marliadi kepada Lombok Post, Jumat (12/6).

Dalam maklumat tersebut, umat muslim di Lobar diimbau salat Jumat atau salat berjamaah disesuaikan dengan kondisi penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing. Lobar sendiri, saat ini belum dalam fase penurunan kasus. Sehingga warga diminta lebih bersabar khususnya di daerah yang terdapat kasus positif.

Hanya saja, melihat kebijakan pusat dan provinsi makan MUI mengambil sikap melakukan penyesuaian. Daerah yang terpapar positif tetap beribadah sesuai maklumat sebelumnya salat Jumat diganti dengan salat duhur di rumah. “(Desa) yang masih terpapar kita dorong untuk beribadah di rumah, ” kata dia.

Sementara bagi yang tidak terdapat kasus positif, diharapkan kegiatan yang dilakukan di masjid tetap melaksanakan protokoler Covid-19 yang ketat dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

Misalnya dengan menjaga jarak shaf sesuai ketentuan protokoler Covid-19. “Tentu ini akan berdampak pada volume masjid. Jika tidak memenuhi protokoler, maka diberikan kesempatan untuk ibadah di musala-musala,” imbuhnya.

Jika terjadi lonjakan kasus positif seiring waktu, masyarakat diminta kembali ke maklumat sebelumnya mengganti salat Jumat dengan salat Duhur di rumah.

Sementara itu, untuk pertama kali semenjak wabah korona para ASN kemarin menggelar salat Jumat di Masjid Pemda Lobar. Bupati Lobar H Fauzan Khalid bertindak selalu khatib. Dalam khutbahnya bupati mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti protokoler covid-19. Salah satu caranya adalah dengan menjaga jarak dan mengatur shaf agar tidak berdekatan seperti biasanya.

“Mari kita beribadah sesuai tuntunan agama. Jangan sampai kita beribadah menggunakan hawa nafsu, terlebih di masa pandemi wabah covid-19, ” ucapnya.

Para ASN pun melaksanakan ibadah salat Jumat dengan mengatur jarak saf berjauhan. Sebelum masuk ke dalam masjid, mereka juga dicek suhu tubuhnya oleh petugas yang berjaga.

Terpisah, Lurah Dasan Beres Hulaevi sebelumnya juga mengaku semua masjid sudah dibuka untuk melaksanakan ibadah Salat Jumat. Ia berharap new normal segera bisa dilaksanakan di Lobar dalam hal ibadah, ekonomi, pendidikan. Termasuk jam kerja PNS agar tidak lagi work from home. Dengan catatan tetap mengutamakan protokoler Covid-19.

“Kami mengimbau warga untuk melaksanakan protokoler kesehatan. Karena itu suatu kewajiban dari pemerintah maupun agama untuk melindungi diri kita maupun orang lain dari covid-19,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks