alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Lobar Bersiap Jual Aset Lagi, Kali Ini Bekas Rumah Dinas Bupati

GIRI MENANG-Sekitar lima aset milik Pemkab Lombok Barat (Lobar) yang berada di Kota Mataram masuk daftar jual. ”Rencana kita begitu. Nanti dengan appraisal kalau mau dilepas,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar Fauzan Husniadi.

Lima aset yang masuk dalam rencana penjualan, yakni rumah pemotongan hewan (RPH) di Loang Baloq; eks rumah dinas Bupati di Jalan Langko; kantor PDI Perjuangan dan PPP di Majeluk, Kecamatan Mataram; dan lahan di Cemara, yang sekarang berdiri kantor Dinas Sosial Kota Mataram.

Pelepasan aset akan dilakukan dengan appraisal. Juga dilepas satu per satu, bukan dengan sistem borongan yang pernah dilakukan beberapa waktu. Untuk penjualan aset ini, pemkab memprioritaskan pembelinya adalah Pemkot Mataram.

Fauzan mengatakan, pelepasan aset dengan model government to government lebih aman. Mengurangi fitnah terhadap pejabat pemkab dan kepala daerah yang saat ini menjabat. ”Tapi, kalau memang pemkot tidak sanggup semua, kita lepas ke luar. Tentu dengan appraisal dan dijual titik per titik,” jelas Fauzan.

Nantinya, hasil penjualan aset, akan kembali dibelikan aset. Yang berada di wilayah Kabupaten Lobar. Seperti, penjualan aset yang sekarang ditempati PDIP dan PPP. Jika nanti itu terjual, pemkab akan membeli lahan baru, untuk kantor kedua partai tersebut.

Sejumlah aset yang hendak dilepas, sudah ditawarkan ke Pemkot Mataram. Salah satunya RPH Loang Baloq. Aset tersebut saat ini dimiliki bersama-sama, antara pemkot dan pemkab. Keduanya membagi rata lahan seluas sekitar 3,9 hektare.

Dalam perundingan beberapa waktu lalu, pemkot sempat meminta kompensasi. Aset RPH Loang Baloq diberikan seluruhnya ke pemkab. Ditukar dengan lahan yang sekarang ditempati Dinsos Kota Mataram.

”Tapi kita tidak bisa sepakat soal itu. Maunya dijual dengan nilai appraisal, untuk kemudian dibelikan aset lagi di Lobar,” tuturnya.

Aset lain yang hendak dijual adalah eks rumah Bupati Lobar di Jalan Langko. Yang berada di samping Kantor KPU NTB. Lahan dan bangunannya, kata Fauzan, sempat ditawar Bank NTB Syariah. Rencananya nanti di sana akan dibangun hotel Syariah.

Hanya saja, belum ada pembicaraan lanjutan. ”Tentu ada proses lanjutan nanti. Tapi, untuk saat ini sudah mengarah ke sana,” kata Fauzan.

Appraisal dilakukan satu per satu. Sesuai dengan zona nilai tanah. Sehingga meminimalisasi dan menghilangkan potensi pelanggaran. ”Itu lebih baik. Kita tawarkan dengan nilai appraisal, calon pembeli bisa memilih sesuai dengan kemampuan finansial mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengatakan, penjualan aset nantinya untuk membeli lahan. Yang statusnya juga sebagai aset milik pemkab. ”Tetap akan menjadi aset daerah. Bukan dijual begitu saja,” kata Bupati. (dit)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks