alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

PLN NTB Akui Ada Gangguan di PLTU Jeranjang

GIRI MENANG-Kondisi pemadaman bergilir yang terjadi beberapa hari terakhir sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Mulai dari pengguna listrik di kalangan rumah tangga hingga operasional rumah sakit ikut terganggu.

“Listrik yang mati ini mengganggu sistem kami di rumah sakit. Karena begitu listrik mati, kadang langsung hidup beberapa detik,” ungkap Direktur Utama RSUD Tripat drg. Arbain Ishak.

Akibatnya, peralatan medis yang terhubung langsung dengan jaringan listrik akhirnya terganggu. Arbain menjelaskan, kondisi listrik mati sebenarnya sudah diantisipasi dengan mesin genset yang sudah disiapkan pihak rumah sakit. Begitu listrik mati, mesin genset akan hidup otomatis.

Hanya saja, kondisi listrik yang mati dan hidup dalam waktu beberapa detik akan membuat sistem otomatis antara jaringan listrik dan genset akhirnya tidak sinkron. Akibatnya peralatan medis menjadi sekarat alias cepat rusak.

“Ini yang bisa menyebabkan alat medis bisa rusak. Karena listrik ini mati dalam hitungan tiga empat detik terus hidup lagi,” akunya.

Selain itu, kondisi pemadaman listrik beberapa hari terakhir dirasakan cukup berdampak pada pelayanan. Karena bagaimanapun operasional rumah sakit tidak bisa jauh dari kebutuhan pasokan listrik.”Khususnya ketika sedang operasi,” cetus pria yang juga menjadi Ketua PSSI Lobar tersebut.

Dengan kondisi saat ini, pihak RSUD Tripat mengaku akan berkoordinasi dengan PLN NTB. Bagaimana agar pemadaman listrik tidak berdampak pada kerusakan alat medis.

“Kita akan minta ketika pemadaman listrik terjadi, pihak PLN tidak langsung menghidupkan beberapa detik setelahnya. Bisa diberikan jeda waktu agar tidak merusak alat medis di rumah sakit,” ungkapnya. Daya listrik yang dibutuhkan oleh RSUD Tripat dikatakan Arbain saat ini mencapai 500.000 watt.

Terpisah, Asisten Manajer Komunikasi PLN NTB Rofia Fitri mengaku terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah ini terjadi akibat pemeliharaan sejumlah mesin pembangkit listrik yang ada di Lombok. Dalam kondisi normal, sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 270 MW, dengan beban puncak mencapai 259 MW.

Dengan adanya pemeliharaan pembangkit dan menurunnya kemampuan beberapa PLTMH (tenaga air) membuat daya mampu sistem kelistrikan Lombok saat ini hanya sebesar 223 MW. Sehingga Lombok memiliki defisit daya listrik sebesar 36 MW.  “Di PLTU Jeranjang juga ada gangguan unit 1 dengan kapasitas 25 MW,” akunya.

Sehingga dengan kondisi ini, beberapa upaya yang dilakukan PLN untuk memenuhi kebutuhan daya listrik antara lain dengan mempercepat pengoperasian PLTMGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW. PLTMGU Lombok Peaker direncanakan dapat memperkuat sistem kelistrikan Lombok pada akhir Desember 2019.

Selain itu PLN juga mempercepat proses pemeliharaan beberapa unit pembangkit yang ada di PLTD Ampenan dan PLTD Paokmotong yang saat ini sedang memasuki masa pemeliharaan.

Pertumbuhan penggunaan beban listrik di NTB pada beberapa bulan terakhir dikatakan pihak PLN NTB cukup signifikan. Pada bulan Januari 2019, beban hanya mencapai 225 MW. Per Nopember beban meningkat menjadi 259 MW. Naik sebesar 34 MW dalam kurun waktu 10 bulan. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks