alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Banyak Dikeluhkan Warga, Dewan Sidak Dukcapil Lobar

GIRI MENANG-Pelayanan administrasi kependudukan paling sering dikeluhkan. “Kartu Keluarga (KK) dan akte yang paling riber diurus. Jadinya memang cepat, tapi antreannya kita harus bolak balik empat sampai lima kali,” tutur Suhadah salah seorang waga Dusun Ireng Daye Desa Gunungsari kepada Lombok Post disela-sela kunjungan DPRD Lobar ke Kantor Dinas Dukcapil, kemarin (14/2).

Ia membeberkan beberapa kali datang ke Kantor Dukcapil Lobar tapi selalu kehabisan antrean. Padahal ia sudah datang pagi maupun siang. Tapi kondisi antrean selalu habis. Akibat masyarakat yang datang mengurus dokumen kependudukan seabrek.

Sementara yang bisa dilayani petugas hanya sebagian saja. Sehingga beberapa menit setelah loket layanan dibuka, antrean habis seketika.

Begitu juga ketika kunjungan DPRD Lobar kemarin. Sekitar pukul 10.00 Wita, loket antrean ternyata sudah tutup. Akibatnya, puluhan warga yang sudah datang jauh-jauh dari Narmada, Gunungsari, Batulayar maupun Sekotong tak bisa terlayani.

“Setiap hari memang masyarakat yang bisa dilayani hanya 70 orang. Tapi yang datang sampai ratusan makanya banyak yang tak kebagian tiket antrean,” aku salah seorang petugas.

 

Tersendatnya pelayanan ini akibat mesin cetak dokumen kependudukan di Kantor Dukcapi Lobar sangat terbatas. Hanya dua unit saja. Itu pun satu unit kerap digunakan untuk pelayanan keliling di kecamatan dan desa-desa.

“Memang kami kekurangan alat perekam dan alat cetak. Kami hanya punya dua alat perekam dan alat cetak, kalau idealnya 10 unit,” kata Kepala Dinas Dukcapil Lobar H Muridun.

Anggaran untuk Dukcapil Lobar 2019 ini Rp 1,8 miliar. Itu pun pihaknya juga berutang untuk pengadaan blangko. Padahal masyarakat yang datang setiap hari membutuhkan dokumen kependudukan 300-400 orang. “Yang bisa terlayani hanya 100 orang, 300 orang jadinya kecewa,” akunya.

“Profesor atau doktor pun menjadi kepala dinas kalau alatnya seperti ini tidak bisa menyelesaikan persoalan,” imbuhnya.

Pihaknya di Dukcapil Lobar sudah mengusulkan ke TAPD untuk penambahan alat dan fasilitas. Namun usulan pihak Dukcapil tidak diakomodir. “Makanya kami juga berharap dewan memberi anggaran porsi lebih,” ungkapnya saat menerima kunjungan Ketua DPRD Lobar bersama Komisi I.

Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah mengakui harus banyak sistem yang diperbaiki di Dukcapil Lobar. Banyak peralatan yang dibutuhkan namun tidak tersedia. Padahal, menurutnya nilainya tidak seberapa.

Belum lagi ia menyorot tempat pelayanan yang kurang nyaman. “Kalau yang melayani dia nyaman, pasti akan melayani lebih bagus lagi,” bebernya.

Pihaknya selama ini tidak mengetahui persoalan di Dukcapil. Ini akan menjadi catatan legislatif. Ia berjanji setelah turun melihat kondisi ril di bawah, dewan akan memberikan perhatian lebih pada dinas Dukcapil.

“Tahun 2020 kami sudah anggarkan untuk layanan mobil keliling. Banyak pokir yang dianggarkan untuk pendingin udara pelayanan di sini (Dukcapil, Red),” bebernya.

Tahun ini, Pemda Lobar juga berencana membangun Kantor Dinas Dukcapil yang baru di lahan seluas 50 are dua lantai. Diharapkan, ini bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat. (ton/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks