alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

BWS Janji Lahan Gusuran Bendungan Meninting Dibayar Bulan Ini

GIRI MENANG-Pemilik lahan terdampak pembangunan Bendungan Meninting mendapat angin segar. Kabarnya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1 akan membayar lahan mereka bulan ini. “Sudah pasti Maret ini. Tunggu tanggal saja,” ujar PPK Pengadaan Tanah dari BWS Nusa Tenggara Lalu Afifudin Zohri, Jumat (13/3) lalu.

Total lahan yang akan dibayar bulan ini sekitar 203 bidang. Dengan nilai sekitar Rp 100 miliar. Warga yang lahannya akan dibayar tersebar di tiga desa. Mulai dari Desa Bukit Tinggi, Desa Gegerung, dan Desa Dasan Geria. Berbeda dengan pembayaran tahap I sebelumnya. Lahan warga yang terbayar sebagian besar di Desa Bukit Tinggi.

“Tapi masih ada yang menurut LMAN kurang lengkap berkasnya. Sekitar 65 bidang dan diusahakan secepatnya untuk diusulkan kembali setelah kekurangan berkasnya dilengkapi,” ujarnya.

Camat Lingsar Jamaludin menyampaikan harapannya agar lahan warganya segera dibayar. Karena sebagian warga yang sudah relokasi masih menempati lahan milik orang lain. “Mereka (BWS) yang memiliki akses ke LMAN kami harapkan segera bisa merealisasi (pembayaran lahan),” kata dia.

Lebih cepat, menurut Jamaludin, lebih bagus. Tidak perlu menunggu warga yang belum lengkap administrasinya. Karena sebagian warga sudah relokasi namun belum membayar lahan tempat mereka membangun rumah saat ini.

“Kami Januari lalu sudah ke LMAN. Dokumen masyarakat sudah di LMAN semua. Tapi ada yang kurang itu yang harus dilengkapi,” akunya.

Proses pembayaran lahan milik warga diketahui cukup alot. Mengingat janji realisasi pembayaran lahan sudah diwacanakan sejak April tahun 2019 lalu. Namun realisasi pembayaran terus molor hingga saat ini.

Sebelumnya, Anggota DPRD Lobar Dapil Lingsar-Narmada Jumarti meminta pihak terkait jangan lagi memberikan harapan palsu bagi masyarakat pemilik lahan. Karena mereka sudah beberapa kali menerima janji jika lahannya akan segera dibayar.

“Kami sangat berharap lahan masyarakat segera dibayar. Karena proses pembangunan bendungan kan sudah mulai dilaksanakan, jadi warga kami ada yang sudah relokasi,” ungkapnya. (ton/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks