alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Pertikaian Kades Gegelang Lingsar dan Warga Berakhir Damai

GIRI MENANG-Video pertikaian antara kepala desa dan warga yang disinyalir di wilayah Kecamatan Lingsar beredar di media sosial. Seorang warga mendapat pukulan saat menyampaikan pendapat di sebuah forum resmi yang disinyalir berada di lokasi Aula Kantor Camat Lingsar.

Terkait video yang beredar tersebut, Camat Lingsar Jamaludin dan Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Lobar TGH Subki Sasaki yang ada di lokasi, akhirnya memberikan klarifikasi.

“Yang memukul itu adalah Kades Gegelang Husnu Mukhtar dan korban (warga yang dipukuli) adalah iparnya sendiri,” jelas TGH Subki Sasaki, Kamis(14/5).

Persoalan antara Kades Gegelang dan warga diawali imbauan peniadaan salat Jumat dan Tarawih sementara di masjid. Diganti dengan salat di rumah. Imbauan inilah yang tak diterima sebagian warga termasuk korban yang diketahui bernama Senan.

Korban kemudian melalui speaker masjid mengumumkan ke masyarakat protes atas imbauan ini. “Ia berkata bahwa kades yang melarang warga Jumatan dan Tarawih adalah PKI. Ucapan ini menyulut masyarakat demo ke kades,” jelasnya.

Kades akhirnya menjadi korban provokasi warga. Kondisi ini bahkan hampir menyebabkan terjadi bentrok fisik antara massa pendukung kades dan masyarakat yang kontra. Untuk meredam gejolak di Desa Gegelang, pemerintah kecamatan menggandeng FKUB, MUI, dan semua pihak mengadakan sosialisasi kepada warga.

“Pada saat acara sosialisasi (di Aula Kantor Camat Lingsar) kemarin, di akhir acara korban menyampaikan permohonan maafnya ke kades dan masyarakat. Tetapi karena pak Kades sangat emosi dan marah, mungkin dia tidak sadar langsung memukul korban,” jelas TGH Subki.

Dalam video yang beredar, Senan terlihat memegang microphone menyampaikan permohonan maaf. Kades Gegelang yang duduk di samping kiri Senan kemudian tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah wajah dengan tangan kanan. Pertikaian tersebut langsung dilerai oleh warga dan tokoh yang hadir di sana.

“Mereka sudah damai. Korban adalah ipar pak Kades sendiri dan kejadiannya di Kantor Camat Lingsar,” jelas TGH Subki Sasaki.

Mempertegas pernyataan TGH Subki Sasaki, Camat Lingsar Jamaludin yang ada di lokasi juga membenarkan video peristiwa pertikaian tersebut. Ia mengakui persoalan dipicu akibat perbedaan pemahaman antara warga dan pemerintah desa. Kaitannya dengan imbauan MUI dan Pemda Lobar terkait penggantian salat Jumat dan tarawih di masjid dilaksanakan di rumah.

“Tapi mohon diperjelas bahwa mereka sudah sepakat untuk tidak mempermasalahkan insiden itu lagi.  Supaya di bawah tidak ribut lagi,” pungkasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks