alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Buka Sekolah, Pemkab Lobar Tunggu Arahan Kementerian Pendidikan

GIRI MENANG-Tiga bulan lebih, siswa sekolah diliburkan akibat wabah Covid-19. Mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA sederajat. Kondisi ini membuat para orang tua gusar karena anak-anak mereka tak bisa belajar.

“Kami khawatir anak kami lupa pelajaran. Lupa sekolah karena terlalu banyak main di rumah,” jelas Munafaah, salah satu wali siswa SMPN 1 Gerung kepada Lombok Post, Minggu  (14/6).

Meski orang tua berusaha mengarahkan agar siswa tetap belajar di rumah, hasilnya tak bisa maksimal. Anak-anak lebih senang keliaran bermain bersama temannya. Jam belajar tak bisa dikontrol. Sehingga para orang tua khawatir anaknya ketinggalan pelajaran penting di sekolah yang harusnya mereka dapatkan.

“Kami berharap mereka bisa cepat masuk sekolah,” harapnya.

Terlebih, melihat masa transisi new normal saat ini. Semua pusat atau tempat keramaian dibuka. Mulai dari masjid, pasar, mal hingga tempat lainnya. Dengan catatan diterapkan protokoler pencegahan Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Lobar Hj Nurul Adha pun mendorong agar sekolah segera dibuka. Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar perlu membuat kajian. “Jika masa belajar dari rumah diperpanjang, apa dampak psikologisnya bagi siswa siswi anak-anak kita? Perlu melibatkan psikolog atau medis,” tegas politisi PKS tersebut.

Kajian terhadap zonasi geografis sekolah-sekolah di Lobar juga perlu dilakukan. Jika sekolah yang ada di desa tidak ada penduduknya yang positif, maka termasuk dalam zona hijau. Sehingga bisa diberikan kelonggaran untuk melakukan aktivitas belajar dengan sistem yang diatur. “Sehingga protokol Covid-19 tetap bisa dilaksanakan secara disiplin,” pintanya.

Jika sekolah berada di zona merah dalam arti penduduk sekitar ada yang positif, maka diberikan kebijakan sesuai kondisi. “Namun yang paling penting adalah DikBud harus memastikan anak-anak tetap mendapat hak belajarnya, hak mendapat ilmu,” tegas politisi yang getol memperjuangkan kemajuan pendidikan di Gumi Patut Patuh Patju tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Dikbud Lobar H Nasrun dikonfirmasi mengaku pihaknya tak bisa mengambil kebijakan sendiri. “Kami tidak bisa menentukan sendiri di daerah, nunggu Kementerian Penddidikan. Jika membuat kebijakan di daerah, kami menunggu kebijakan dari Gubernur turun ke Bupati,” jelas mantan Kepala SMAN 1 Gerung ini.

Terkait usulan dewan agar sekolah dibuka dengan menerapkan protokoler Covid-19, ia pun mengaku belum menerima informasi tersebut. Sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan dewan mengenai masalah ini.

Meski sekolah untuk sementara masih diliburkan, Dikbud mengklaim proses belajar tetap jalan dengam sistem daring dan luring. Siswa diberikan penugasan kelompok. Hingga ujian pendidikan akhir semester.

“Guru jalan ke rumah siswa mengantar tugas memberikan soal. Ada juga siswa yang mengambil ke sekolah. Jadi ujian tetap jalan dan kenaikan kelas nanti tanggal 20 Juni” paparnya.

Hanya saja, diakui proses belajar tetap jalan tetapi memang tidak maksimal seperti sebelumnya. Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dibuka 15 Juni sistem daring dan luring. Edarannya sudah disebar. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks