alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Kasus Pernikahan Sejenis, MU Akan Laporkan Kaling, Lurah dan KUA ke Polda NTB

GIRI MENANG-Kasus pernikahan sesama jenis di Desa Gelogor, Kecamatan Kediri berbuntut panjang. Tak hanya menyangkut MU, 31 tahun warga Desa Gelogor selaku pelapor dan SU alias Mita, 25 tahun, warga Kelurahan Pejarakan. Kuasa hukum MU juga akan melaporkan pihak lingkungan, kelurahan, dan KUA ke polisi.

“Senin saya masukkan pengaduan untuk Kaling, Lurah, dan KUA di Polda NTB,” jelas kuasa hukum MU, Aan Ramadan kepada Lombok Post, Sabtu (13/6) lalu.

Kepala Lingkungan, Lurah hingga KUA dianggap terlibat karena seolah membenarkan, Supriadi yang mengaku Mita benar seorang perempuan. Akibat kelalaian mereka dalam mengecek data warga, MU menjadi korban.

“Termasuk KUA Mataram yang kami laporkan. Karena KUA buat rekomendasi ke KUA Kediri,” jelas Aan, sapaannya.

Pihak lingkungan, kelurahan dan KUA  dinilai membantu melakukan kejahatan Pasal 56, Pasal 263 pemalsuan identitas dan Pasal 277 terkait penggelapan asal-usul.

Baca Juga : Pernikahan Sesama Jenis Buyar, Dukcapil Mataram Lacak Pemalsuan KTP dan KK

KUA Kediri diyakini merujuk pada rekomendasi KUA. Sehingga tiga pihak inilah yang akan dilaporkan Aan hari ini ke Polda NTB. “Terus terang klien kami dan keluarganya terguncang. Paskapernikahan ini, mereka menjadi buah bibir masyarakat,” sesalnya.

Terlebih semenjak kuasa hukum SU alias Mita melakukan konferensi pers pembelaan jika MU disinyalir sejak awal dituding mengetahui orang yang dinikahinya laki-laki. Hal ini kembali menimbulkan berbagai prasangka masyarakat kepada MU dan keluarganya.

“Sekarang MU nggak berani keluar rumah. Takut lihat orang berkumpul karena ia khawatir bakal dicemooh. Karena ia pernah mendengar cemooh orang,” beber Aan.

Di satu sisi, MU harus tetap berkerja sebagai sopir salah satu perusahaan swasta. Di sisi lain, kondisi psikologisnya yang masih terguncang membuatnya tak bisa bekerja. “Makanya kami sudah bawa dia ke RSJ. Dia diberi obat penenang agar kondisi psikologisnya tidak semakin terdampak akibat persoalan ini,” terang Aan.

Terpisah, Satreskrim Polres Lobar yang sudah menetapkan SU sebagai tersangka juga terus melakukan pendalaman. “Sudah kami panggil lima orang saksi untuk memberi keterangan,” jelas Kasatreskrim Polres Lobar AKP Dhafid Siddiq.

Lima saksi yang dipanggil adalah Kepala Lingkungan di Keluarahan Pejarakan Karya, Kepala Dusun Gelogor Selatan dan sejumlah orang yang hadir aaat akad nikah berlangsung. Dari hasil penelusuran pihak Polres Lobar, korban atau pelapor diketahui membantu tersangka mengurus syarat pernikahan. Hanya saja, untuk memalsukan KTP yang asli, dilakukan sendiri oleh tersangka MU.

“Dia meminjam identitas orang lain lalu mengganti foto di KTP dan difotokopi. Yang di serahkan memang bukan identitas asli, melainkan fotokopian yang sudah diganti fotonya,” jelas Siddiq.

Pemilik identitas atas nama MI diketahui adalah teman dari SU. Dimana MI memang sempat mau menikah. Sehingga dia melakukan pengurusan dokumen pernikahan di Kelurahan Pejarakan Karya. Namun entah apa alasannya, pernikahan itu batal dilaksanakan. Hanya saja dokumennya sudah dibuat. “Dokumen itulah yang dimanfaatkan,” beber Siddiq.

Lantas apakah SU bisa dikenakan pasal berlapis terkait penipuan dan pemalsuan identitas? Siddiq mengaku akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sejauh ini pihaknya masih mengenakan pasal penipuan. “Untuk sementara serangkaian pemalsuan (identitas) yang dilakukan masuk ke dalam pasal penipuan,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks