alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Senggigi Masih Minim Pungunjung, Hanya Ramai di Akhir Pekan

GIRI MENANG-Pariwisata Senggigi masih lesu. Belum ada tanda-tanda kebangkitan. Hanya di akhir pekan, destinasi unggulan Pemkab Lobar ini terlihat lumayan ramai.

“Masih weekend saja yang ramai, kalau weekday masih sepi,” ujar General Manager Hotel Kila Senggigi Bambang Suponco kepada Lombok Post, Selasa (14/7).

Tamu hotel yang datang di akhir pekan juga masih didominasi wisatawan domestik atau lokal. Mereka berlibur di Hotel Kila dengan standar protokoler Covid-19 yang ketat. Pihak hotel menyiapkan tempat cuci tangan di setiap sudut, termo gun untuk mengecek suhu badan, dan rutin melakukan penyemprotan disinfektan.

“Senin sampai Jumat masih dibawah lima persen. Kalau weekend sudah bisa 25 persen,” jelas Bambang menjelaskan okupansi hotel yang dikelolanya. “Semoga musibah wabah Korona ini segera berakhir,” harapnya.

Senada, Manajemen Hotel Svarga juga mengatakan, okupansi cukup baik di akhir pekan. “Kami lumayan di weekend. Bisa terisi 17-18 kamar,” ujar Zul Padli, pihak manajemen Hotel Svarga Senggigi.

Untuk menggeliatkan kembali kunjungan wisatawan ke Senggigi, Svarga menyiapkan paket promo spesial. Misalnya paket berenang dan makan bagi empat orang hanya dengan Rp 490 ribu saja.

Ini menjadi penawaran yang ditunggu. Karena pengunjung bisa berenang di kolam di atas perbukitan dengan pemandangan laut. Pengunjung juga bisa menikmati hidangan spesial yang disediakan.

Kemudian ada juga paket akad nikah. Ini untuk 20 orang dengah harga Rp 4.985.000. “Ini menjadi salah satu paket yang ditawarkan bagi masyarakat yang mengikat janji suci dengan pasangannya,” tandas Zul. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.
Enable Notifications.    Ok No thanks