alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Belum Bersertifikat, Lahan Sekolah di Lombok Barat Rawan Digugat

GIRI MENANG-Aset di Lombok Barat (Lobar) banyak bermasalah dan digugat warga. “Informasi yang saya terima dari Dinas Dikbud Lobar sekitar 50 persen sekolah ternyata tanahnya belum memiliki sertifikat,” ungkap Wakil Ketua DPRD Lobar Hj Nurul Adha.

Jumlah ini diperkirakan mencapai ratusan sekolah. Dikbud bersama BPKAD dan Bagian Hukum diminta mengambil langkah cepat membentuk tim. Mempercepat proses sertifikat aset sekolah.

Dewan tidak ingin melihat Pemkab Lobar terus menerus digugat masyarakat. Karena dampaknya nanti dirasakan para siswa. Harus diusir ke sana kemari setelah Pemda Lobar kalah dalam gugatan. Misalnya kasus SMPN 2 Gunungsari.

Termasuk saat ini lahan SDN 2 Bengkel juga tengah dalam sengketa. “Sebelum ada kasus lagi dan agar tidak terulang, tolong segera dirapikan sertifikat khusus untuk lahan sekolah,” pinta politisi PKS tersebut.

Ia mengapresiasi langkah Bupati Lobar yang dua tahun terakhir fokus menertibkan aset daerah. Bupati membuat sertifikat ratusan bidang lahan Pemda Lobar. Hanya saja, ia berharap bupati melalui BPKAD, Dinas Dikbud dan Bagian Hukum Setda Lobar lebih fokus melindungi aset sekolah.

“Kalau ada dalam neraca aset, segera dicari kelengkapan sertifikatnya. Kalau belum ada diupayakan agar segera ada,” tegasnya.

Jika Pemda Lobar kalah dalam gugatan, nasib ratusan bahkan ribuan siswa akan menjadi pertaruhan.

Nurul Adha yakin pemerintah daerah memiliki dasar kuat membangun sekolah di lahan yang meski belum memiliki sertifikat sama sekali.  “Tidak mungkin pemerintah membangun tanpa pertimbangan. Misalnya hibah atau wakaf dari masyarakat tertentu sehingga di atas lahan tersebut kemudian dibangun sekolah,” ucapnya.

Hanya saja, hibah atau wakaf lahan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pembuatan sertifikat atau surat menyurat. Sehingga Pemda Lobar memiliki bukti kuat dan tidak muncul gugatan di kemudian hari. “Cukup sekali dua kali kita belajar (kalah dalam gugatan). Kalau tiga kali jangan terulang,” sindirnya.

Pihaknya di DPRD Lobar saat ini berencana untuk membentuk tim pansus. Rencana tersebut sedang berproses. “Kalau memang nanti semua anggota sama-sama setuju, kami akan membentuk pansus aset itu,” tandasnya.

Diketahui, beberapa tahun terakhir Pemda Lobar menghadapi sejumlah gugatan aset sekolah. Mulai dari SMPN 2 Gunungsari hingga SDN 2 Bengkel. Untuk SMPN 2 Gunungsari, Pemda Lobar kalah dalam gugatan sehingga siswa dan guru terpaksa harus mengosongkan lahan sekolah. Mereka pindah ke lokasi eks Puskesmas Penimbung yang rawan banjir.

Sementara untuk gugatan SDN 2 Bengkel, Pemda mengklaim gugatan yang dilayangkan masyarakat ada indikasi salah alamat. Karena aset lahan SDN 2 Bengkel dari pengakuan Kemensos itu menjadi bagian dari aset mereka.

“Sudah kami terima suratnya dari Sekjen Kemensos (kalau aset tersebut menjadi milik kementerian),” aku Kabag Hukum Setda Lobar Ahmad Nuralam.

Ia menduga Kementerian Pendidikan dan Kemensos saat itu masih menjadi satu urusan dari pemerintahan. “Bisa saja saat itu ada pinjam pakai. Namun saat ada aturan otonomi belum ada pelimpahan,” terangnya.

Baik Kabag Hukum maupun Kepala BPKAD Lombok Barat H Fauzan Husniadi Lobar mengakui saat ini ada belasan aset sedang berperkara dalam beberapa gugatan. Diantaranya ada di Salut, Batu Kuta, SMPN 2 Gunungsari, SDN 2 Bengkel, dan Desa Sesela.

Belajar dari kondisi yang dihadapi saat ini, BPKAD Lobar mengaku telah melakukan pengamanan aset secara maksimal. “Pengamanan administrasi kan sudah jelas tercatat di neraca. Nah pengamanan fisik dikuasai, lalu pengamanan yuridis ini kita sertifikatkan supaya alas kepemilikan kita ini jelas,” tegas Fauzan.

Dari 2002 bidang lahan yang tercatat dalam neraca aset, sekitar lima puluh persen lebih telah bersertifikat. “Total lebih dari seribu yang sudah disertifikatkan dari 2002 bidang,” ujarnya. (ton/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks