alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

Heboh Korona, 158 Warga Lombok Barat Positif DBD, Dua Meninggal Dunia

GIRI MENANG-Warga Lombok Barat (Lobar) belum yang terjangkit virus korona. Justru Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah meminta korban jiwa.

Dinas Kesehatan Lobar menyebutkan, ada 158 warga yang positif DBD. Dua orang meninggal dunia. “Itu yang tercatat di Puskesmas se-Lobar,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Lobar Hj Ni Made Ambarwati, Sabtu (14/3) lalu.

Dari jumlah kasus yang positif DBD hampir sebagian dari Lombok Tengah, Lombok Utara dan Kota Mataram. Sehingga ia meminta hari ini semua melakukan kroscek data ulang. Baik Puskesmas dan Rumah Sakit. Supaya data yang dipilah benar-benar penduduk Lobar.

Saat ini, enam warga Lobar yang positif DBD dirawat di RSUD Kota Mataram. Sebanyak 18 orang di RSUD Tripat dan delapan orang di RSUD Awet Muda Narmada.

Baca Juga :  Bukan Cuma Masjid, Pemkab Lobar Batasi Kegiatan di Semua Tempat Ibadah

Terkait informasi kasus DBD di Lobar mencapai 400 lebih, Ambar membantahnya. “Yang 400 itu supspect DBD. Yangg benar-benar positif sesuai data (158 orang, Red),” jelas mantan Kepala Dinas Sosial Lobar itu.

Kepala Bidang P3KL Dinas Kesehatan Lobar dr. Ahmad Fathoni menegaskan jika data kasus DBD mencapai 400 lebih di Lobar tidak sepenuhnya benar. “Yang dianggap 400 lebih itu dihitung Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang termasuk suspect. Jadi tidak sebanyak itu,” kata dia.

Dokter Fatoni tidak menampik jika ada dua warga Lobar yang meninggal dunia karena DBD. “Iya (meninggal dunia), itu kasus Januari. Kalau Februari dan Maret saya belum menemukan ada yang meninggal dunia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lobar Cetak Rekor, Sehari Bisa Vaksin 25 Ribu Lebih Warga

Dari ratusan kasus DBD yang ada di Lobar, jumlah tertinggi ada di wilayah kerja Puskesmas Gerung. Disusul Puskesmas Kuripan hingga Puskesmas Jembatan Kembar.

Kepala Puskesmas Gerung H Hasmuni menjelaskan ada 126 pasien suspect kasus DBD. “Bulan Januari ada 38 kasus, Februari, 65 kasus dan Bulan Maret, 23 kasus,” jelas pria yang sebelumnya bertugas di Puskesmas Dasan Tapen itu. (ton/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/