alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

50 Persen Pasien Korona di Lombok Barat Sembuh!

GIRI MENANG-Jumlah kasus positif Korona di Lombok Barat (Lobar) terus meningkat. Angkanya saat ini mencapai 51 kasus. Namun, jumlah warga yang dinyatakan sembuh, jauh lebih besar.

Data terbaru (sampai siang ini kemarin, Red) pasien yang sembuh ditunjukkan Kepala Dinas Kesehatan Lobar Hj Ni Made Ambaryati kepada Lombok Post mencapai 28 orang. “Masih banyak hasil Swab yang belum diumumkan,” ujarnya.

Sehingga angka ini memang kemungkinan masih bisa berubah. Namun dengan jumlah warga sembuh saat ini, tersisa tinggal 23 warga yang masih positif. Mereka dirawat di RSUD Tripat Gerung dan RSUD Awet Muda Narmada.

Tetapi saat ini ada kluster baru yang muncul di Lobar yaitu kluster Santri Temboro Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Lobar H Ahmad Taufiq Fatoni.

Awal pekan lalu, pihaknya melakukan rapid test di daerah Batulayar. Ada enam santri yang diperiksa. Lima di antaranya dinyatakan reaktif. “Dan yang bisa saya bawa ke Sanggar Mutu untuk dikarantina baru tiga orang,” jelasnya.

Sebagian besar orang tua santri Temboro ini orang tuanya menolak untuk dilaksanakan pemeriksaan. Ini menjadi tugas Dikes Lobar yang paling berat menurut Fatoni.

Dia mengatakan, jumlah santri Temboro di Batu Layar hampir 18 orang. Dan yang menjadi tantangan orang tua tidak bisa memberikan anaknya untuk melakukan rapid test.

“Dalam dua hari ini juga muncul kasus baru yang menjadi perhatian kita, kasus yang terjadi di BTN Mavilla Bajur Kecamatan Labuapi,” akunya.

Menurut dia, pasien yang positif ini tidak pernah kemana-mana dalam artian pasien ini tidak pernah kontak dengan pasien positif. Mereka hanya diketahui menjemput istrinya yang kerja di RS Hepatika Mataram. Tetapi pasien ini diketahui juga rutin Salat berjamaah di masjid BTN Mavilla.

“Jangan-jangan pasien ini kena di jamaah Masjid BTN Mavilla. Kami sekarang lagi melaksanakan kontak tracing dengan jamaah masjid BTN Mavilla,” terangnya.

Kemudian ada lagi muncul kasus yang ada di Taman Ayu. Pasien yang pertama kena ini pernah kontak dengan jamaah tabligh Gowa. Tetapi yang menjadi masalah jamaah Gowa ini baru salat di Masjid dan pasien yang kena ini sering salat berjamaah di Masjid.

“Tetapi yang kami khawatirkan sekarang adalah kalau dari kluster Gowa turunannya yang kita khawatirkan, termasuk kluster Temboro. Dan menjadi perhatian selanjutnya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan pulang,” tuturnya.

Menyikapi perkembangan itu, Sekretaris Daerah Lobar Dr. Baehaqi mengatakan pekerjaan Tim Satgas Pencegahan Covid-19 untuk Kabupaten Lombok Barat sudah sangat maju baik itu Satgas Reaksi Cepat. “Namun saat ini agak sulit kita baca tren kerja keras kita ini dengan di lapangan,” ucapnya.

Selama ini, jumlah warga yang di Rapid Test jumlahnya banyak tetapi yang positif sedikit. Namun santri Temboro yang dirapid test enam yang dites lima yang reaktif. “Artinya kita perlu menyelaraskan pekerjaan kita di hulu dengan yang di hilir, sehingga perlu ada ketegasan yang serius,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari hulu yang datang ini untuk melihat perkembangan dari kluster ini contoh kluster JT Gowa sudah selesai ditangani. Tetapi turunannya yang dikhawatirkan. Ada lagi kluster baru yang datang seperti kluster Temboro yang sulit dideteksi.

“Perilaku dari masyarakat kita justru hasil tracing gak mau dipanggil untuk di rapid tes. Kami minta baik itu untuk tim reaksi cepat maupun tim pencegahan untuk hulu kita berkolaborasi,” pintanya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks