alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Mancing, Agus Salim Hilang Terseret Ombak di Buwun Mas Sekotong

GIRI MENANG-Seorang pemancing dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Meang Dusun Pangsing Desa Buwun Mas Sekotong. Pria yang diketahui adalah Agus Salim, 26 tahun, warga Desa Cendi Manik tersebut dilaporkan hilang sejak Sabtu (13/6) lalu.

Hingga kemarin (15/6), pencarian yang dilakukan oleh Basarnas Mataram dan Satpol Airud Polres Lobar belum membuahkan hasil penemuan warga tersebut. “Masih belum ditemukan,” jelas Kasatpol Airud Polres Lobar Ipda I Gusti Made Suarjaya kepada Lombok Post, kemarin (15/6).

Hilangnya Agus Salim berawal saat ia bersama dua orang lainnya atas nama Ramdi, kakek korban dan Rahim, teman korban pergi memancing sekitar pukul 08.30 wita. Setibanya di lokasi kejadian, mereka langsung memancing ikan dari atas tebing karang.

Sekitar pukul 16.30 wita, Agus mengajak kakeknya untuk pulang, namun ia meminta korban untuk pulang terlebih dulu. Tapi Agus tak langsung pulang karena ia kembali memasang pancing di tempat biasa.

Beberapa saat kemudian, saksi mendengar suara korban memanggil dua kali, namun tidak dihiraukan. Saat hendak pulang, saksi mencari keberadaan korban sekitar pukul 17.00 Wita. Namun hanya menemukan sandal dan pancing miliknya.

Saksi langsung melakukan pencarian terhadap korban sekitar satu jam lamanya. Karena tak juga ditemukan, saksi langsung menghubungi Polsek Sekotong dan pihak keluarga untuk melakukan pencarian secara bersama-sama. Namun hingga hari mulai petang, korban belum berhasil ditemukan dan diduga tenggelam terseret ombak.

Sabtu malam sekitar pukul 20.15 Wita Kepala Basarnas Mataram Nanang Sigit langsung menerjunkan personel melakukan pencarian. Selain Basarnas Mataram,  anggota TNI, Polri, BPBD, masyarakat nelayan setempat dan unsur terkait  lainnya juga melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

“Cuaca kurang bersahabat seperti gelombang yang cukup tinggi merupakan kendala kami selama pencarian. Hasil masih nihil. Pencarian dihentikan sementara dan akan tetap kami lanjutkan,” ungkap Nanang Sigit.

Pencarian difokuskan dari titik koordinat hilangnya korban. Selain itu, pencarian juga dilakukan di perairan Bangko-Bangko, perairan Gili Gede, Gili Sudak, hingga Gili Nanggu.

Kawasan Pantai Meang yang terletak diujung Selatan Pulau Lombok memang di kenal dengan ombaknya yang tinggi. Untuk memancing di lokasi ini harus mengenal situasi sekitarnya. Untuk memancing di kawasan ini paling tidak harus ada pawang atau pemandu. Karena biasanya mereka tau mana tempat tempat yang aman untuk memancing dan tidak memiliki ombak yang besar. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks