alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Banyak Warga Tak Percaya Adanya Virus Korona

GIRI MENANG-Kasus positif korona di Lombok Barat (Lobar) masih cukup tinggi. Data terbaru kasus korona di Lobar mencapai 370 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus tertinggi berada di Kecamatan Labuapi dengan 78 kasus.

“Ini kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Labuapi mengenai status korona di wilayah Dapil kami. Karena saya juga sudah dengar, anggaran penanganan Covid-19 sudah didistribusikan ke kecamatan,” ujar anggota DPRD Lobar Dapil Labuapi-Kediri Ahmad Suparman.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Lobar tersebut menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang tak percaya dengan adanya Korona. Tapi, itu bisa dia maklumi. Karena masyarakat melihat kebanyakan pasien positif dan reaktif Korona sehat tidak mengalami gejala penyakit berat.

“Tetapi di kampung saya di Desa Bengkel, kami minta semua warga tetap menerapkan protokoler Covid-19 memasuki masa transisi new normal ini. Mulai dari yang lomba burung, turnamen sepak bola, badminton, atau yang lainnya,” jelasnya.

Bagaiamanapun, Suparman menjelaskan tidak ada rugi dan salahnya jika masyarakat patuh pada protokoler kesehatan. Itu semua juga demi kebaikan mereka sendiri. “Cuma sekarang masyarakat memang terbagi tiga. Ada yang percaya korona, ada yang tidak percaya, ada yang ditengah-tengah,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang percaya korona, mereka akan patuh menerapkan protokoler Covid-19. Mereka yang tak percaya akan mengabaikan protokoler kesehatan. Sementara masyarakat yang antara percaya dan tidak menerapkan protokoler Covid-19 setengah hati.

“Kalau sekilas di Desa Bengkel lebih besar masyarakat yang percaya. Karena ada tokoh agama yang juga dinyatakan positif. Kalau menurut saya, memang kita masuk ke tahapan new normal, tapi bukan berarti kita mengabaikan protokoler Covid-19,” imbaunya.

Camat Labuapi HL Moh Hakam kepada Lombok Post sudah berupaya maksimal membangun kesadaran masyarakat akan wabah korona. Namun tingginya kasus di Labuapi disebabkan ada bebrapa faktor.

“Salah satunya karena wilayah kami merupakan perbatasan Lobar dengan Kota Mataram. Jadi mobilitas masyarakat cukup tinggi ke Kota Mataram,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya mengakui penerapan protokol masih longgar di tengah masyarakat. Akibat kurangnya kesadaran warga akan bahaya wabah virus ini. Untuk itu, pemerintah kecamatan akan melakukan kontrol penuh terhadap penerapan protokoler Covid-19. “Kami akan melakukan pengawasan di pasar, tempat ibadah, dan tempat kawasan wisata. Ini yang harus kita perkuat,” jelasnya.

Masyarakat akan diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak di tempat keramaian. “Kami juga akan memberlakukan jam malam. Membatasi aktivitas masyarakat di atas Pukul 10.00 Wita malam,” jelasnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks