alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Pengusaha Wisata Senggigi Protes Aturan Jam Malam

GIRI MENANG-Sejumlah pengusaha hiburan malam mengeluhkan rencana pemberlakukan jam malam di kawasan pariwisata Senggigi. Mereka keberatan jika aktivitas tempat hiburan malam hanya dibolehkan hingga pukul 20.00 Wita.

“Kami mulai terima tamu itu di atas jam 10.00 malam. Kalau jam 10.00 malam diminta tutup, sama artinya dengan disuruh tutup total,” kesal Manajer Planet Kafe Irwan Jayadi kepada Lombok Post,, Rabu (15/7).

Irwan mengatakan, kondisi empat bulan terakhir sangat berat dirasakan oleh para pengusaha hiburan di Senggigi. Mereka tidak memiliki pemasukan sama sekali. Ketika kemudian aturan jam malam diterapkan, ini sama artinya meminta pengusaha hiburan malam seperti karaoke, diskotik atau restoran di kawasan Senggigi tutup.

“Kalau memang mau memberlakukan jam malam, apa bentuk pertanggungjawaban Pemda Lobar maupun provinsi ke kami. Ini sama saja mau suruh kami bunuh diri,” sesalnya.

Para pengusaha hiburan malam menurutnya sudah bosan diminta berdiam diri di tengah wabah Covid-19. Mereka tak memiliki pemasukan sama sekali sehingga kebingungan mencari nafkah bagi anak istrinya. “Gubernur dan bupati enak ngomong, karena mereka masih terima gaji,” sindirnya.

Senada, Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi Suhermanto mengatakan, seharusnya penguatan disiplin penerapan protokoler Covid-19 dilaksanakan pagi atau siang hari. Karena aktivitas masyarakat cukup padat. Sementara malam hari, aktivitas masyarakat tidak sepadat siang hari. “Apalagi di atas jam 10.00 malam. Hanya beberapa orang saja yang beraktivitas,” jelas Herman, sapaannya.

Pihaknya di APH Senggigi menghormati setiap imbaun yang dilakukan pemerintah daerah. Misalnya dengan penerapan protokoler Covid-19 di tempat wisata. Semua anggota APH atau pengusaha hiburan Senggigi telah menerapkannya.

“Kami akan tetap mengacu pada edaran pengelolaan wisata di kawasan Senggigi kalau tempat hiburan masih diperkenankan hingga pukul 01.00 Wita malam,” ucapnya

Sementara Kasubag Humas Polres Lobar Iptu Ketut Sandiarsa menjelaskan, jika pihaknya memang mulai turun sosialisasi pemberlakuan jam malam. Terhitung sejak kemarin malam, sosialisasi dilakukan di sejumlah titik termasuk Senggigi.

“Ini tindak lanjut hasil rapat Provinsi NTB, untuk lebih meningkatkan upaya penanganan covid-19 wilayah Mataram dan Lombok Barat,” jelasnya.

Bagian Operasi Polres Lobar sebagai pengendali menurut Sandiarsa jika imbauan  dilakukan selama tiga hari ke depan. Setelah itu baru akan dilakukan jam malam  mulai pukul 22.00 Wita. (ton/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.
Enable Notifications.    Ok No thanks