Selasa, 28 Maret 2023
Selasa, 28 Maret 2023

Masuk PPKM Level Tiga, Warga Lombok Barat Masih Kurang Taat Prokes

GIRI MENANG-Lombok Barat (Lobar) masuk kategori wilayah PPKM level tiga karena angka kasus Covid-19 tinggi. Namun Tim Satgas Covid-19 kabupaten saat ini belum menerapkan jam malam.

”Mengingat persoalan bukan soal di jam malam, tetapi lokusnya pada kedisiplinan protokol kesehatan (Prokes) masyarakat yang kurang,” kata Kapolres Lobar AKBP Wirasto Adi Nugroho pada media, Rabu (16/2/2022).

Menurutnya dengan berlakunya kembali PPKM Level 3 di Lobar, tentunya ini perlu ditindaklanjuti dengan satgas covid-19 di Lobar. Langkah awal yang diambil penerapan disiplin prokes kembali ditegakkan. Karena dinilai masyarakat Lobar sudah mulai tidak disiplin dalam penggunaan prokes, berkerumun, dan menjaga jarak.

“Ini menjadi fokus tim satgas dua minggu kedepan,” jelasnya.

Khususnya untuk mengimbau dan mendisiplinkan masyarakat. Dengan cara penyuluhan untuk disiplin prokes yang sangat ketat bagi semua lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Wajib Pajak di Lombok Barat Nunggak PBB Rp 25 Miliar

”Sudah ada empat orang meninggal karena positif Covid-19 di Lobar sejak Januari 2022. Rata-rata yang meninggal belum vaksin, ada penyakit komorbid, dan ada juga baru sekali vaksinasi,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau, masyarakat Lobar yang sudah waktunya vaksinasi untuk segera mendatangi PKM terdekat untuk mendapatkan layanan vaksin. Sebab layanan vaksinasi kini bisa didapatkan di fasyankes Lobar. Ia pun, tidak memungkiri beberapa hari ini terkendala tenaga kesehatan (Nakes) yang banyak positif dan terpapar.

”Sebanyak 171 Nakes terpapar Covid-19,” terangnya.

Tentunya ini menjadi kendala dalam hal pelayanan vaksinasi di Lobar. Pihaknya mencoba mengatasi kekurangan nakes dengan memperbantukan nakes Polres ke kecamatan-kecamatan dalam mendorong percepatan vaksinasi.

Baca Juga :  Warga Masih Bandel, Polres Loteng Terus Gencarkan Razia Masker

”Intinya ada dua strategi sikapi PPKM level tiga, yaitu percepatan vaksinasi dan penerapan disiplin prokes yang ketat,”ujarnya.

Disamping itu akan melakukan pengetatan pintu masuk. Mengingat Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gili Mas menjadi pintu masuk Lombok jelang perhetalan MotoGP bulan depan.

”Pengetatan penjagaan pelabuhan sebagai pintu masuk sudah dilakukan dari beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Kabid P3KL Dikes Lobar dr H Ahmad Taufiq Fathoni mengatakan penyebaran covid-19 varian omicron ini yang cepat. Sehingga harus mulai diantisipasikan bersama agar lonjakan kasus bisa ditangani dengan baik.

”Catatan per tanggal 15 Februari 2022, positif baru di Lobar mencapai 117 orang dengan kontak erat mencapai 1.243 orang,” jelasnya. (nur/r3)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks