alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

SMK Lingsar Rakit Motor, SMK 2 Gerung Sukses Bikin Cold Storage

GIRI MENANG-Terobosan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat terus dilakukan sejumlah SMK yang ada di Lombok Barat. Setelah SMKN 1 Lingsar dengan kendaraan listriknya, kini SMKN 2 Gerung berhasil membuat mesin pendingin Cold Storage yang bermanfaat bagi nelayan dan petani.

“Cold Storage ini kami gagas sejak sebulan lalu. Ini adalah box yang bisa dimanfaatkan nelayan menyimpan ikan atau petani menyimpan sayuran,” jelas Ketua Tim Pembuatan Cold Storage SMKN 2 Gerung, Andi Sudrajat kepada Lombok Post.

Cold Storage ini dibuat para siswa menyusul berbagai persoalan yang dihadapi para nelayan di Desa Taman Ayu. Lokasi berdirinya sekolah ini. Warga selama ini kesulitan menyimpan hasil tangkapannya sebelum laku dipasarkan.

Melihat persoalan yang dihadapi para nelayan, pihak sekolah mengajak siswa mencari solusinya. Dengan dukungan Kepala SMKN 2 Gerung H Kamran, akhirnya mereka berinisiatif membuat Cold Storage yang diyakini bisa menyimpan ikan tangkapan nelayan beberapa hari agar tidak busuk.

“Selain untuk menyimpan ikan nelayan, alat ini juga bisa bermanfaat menyimpan hasil pertanian seperti sayuran,” ungkap Andi, sapaannya.

Mesin ini dibuat dengan spesifikasi teknis menggunakan kompresor 1/6 PK. Kemudian tegangannya 220 Volt dengan frekuensi 50 Hertz. Suhunya bisa mencapai 90 derajat selsius sampai minus 20 derajat selsius.

“Kapasitas yang bisa ditampung mencapai 70 liter,” jelas Andi.

Kepala SMKN 2 Gerung H Kamran berharap keberadaan cold storage ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Khususnya masyarakat Desa Taman Ayu yang sebagian besar merupakan petani dan nelayan. “Kami di SMKN 2 Gerung ingin terus berinovasi membuat alat yang memang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Terlebih, ia melihat kompetensi maupun kemampuan siswa untuk membuat alat seperti ini sangat mendukung. Karena SMKN 2 Gerung memiliki jurusan kelistrikan yang memang kerap menjuarai berbagai ajang lomba tingkat kabupaten, provinsi, maupun tingkat nasional.

Alat yang dibuat para siswa ini pun mendapat perhatian Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah. Ia mengapresiasi alat yang dibuat para siswa yangbisa langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena manfaatnya bisa membantu masyarakat menyelesaikan persoalannya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks