alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Zaini Arony Minta Maaf ke Masyarakat Lombok Barat

GIRI MENANG-Setelah bebas, Mantan Bupati Lobar H Zaini Arony meminta maaf ke masyarakat karena belum bisa menyelesaikan pembangunan di Lobar sesuai janji politiknya dahulu. “Saya minta maaf apabila banyak hutang janji saya selaku pimpinan belum terpenuhi karena kejadian itu,” katanya di kediamannya, Rabu (16/3/2022).

H Zaini Arony telah bebas dari penjara setelah ditahan sejak tahun 2015 silam. Ia tersandung kasus pemerasan terhadap investor yang akan mengembangkan The Meang Peninsula di Desa Buwun Mas Sekotong beberapa waktu silam.

Ia berulang kali mengucapkan kata-kata minta maaf kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Lobar.

Pria yang dijuluki Bapak Pembangunan di Kabupaten Lobar itu nampak tegar dengan senyum khas didampingi istri tercinta, Hj Nanik Zaini Arony yang selalu setia mendampingi. Ia pun berharap kepada siapapun yang bisa melanjutkan pembangunan di Kabupaten Lobar, harus berani. Sebab tantangan yang dihadapi untuk pembangunan tidak menjadi lebih ringan, tapi lebih berat.

Baca Juga :  Selama WSBK, Polres Perketat Pengamanan di Pintu Masuk Lombok Barat

“Kuncinya, selama kita bersama masyarakat, betapa pun beratnya, kalau dukungan masyarakat, maka kita akan menjadi baik. Itu harapan dan pengalaman saya,” imbuhnya

Ia ingin masyarakat Lobar tidak menjadi pesimis melihat kenyataan ke depan. Sebab pembangunan Lobar harus terus dilakukan di masa mendatang.

“Saya harapkan ke depan harus lebih baik. Siapa pun pemimpinnya harus kompetitif, dan satu kuncinya adalah kualitas berpikir dan bertindak, tentu semua itu atas dasar aturan-aturan dan jangan melanggar aturan,” imbuhnya.

Dia pun meminta kepada masyarakat hendaknya menjadikan dirinya sebagai contoh, tapi bukan untuk dicontoh. Khususnya untuk ASN dan pejabat, karena komunikasi ke depan pasti semakin canggih. Jadi tidak lagi bisa berpura-pura, namun dirinya yakin akan lebih bagus.

Baca Juga :  BANI Menangkan Rekanan, Penyelidikan Dermaga Senggigi Jalan Terus

“Biar saya sebagai contoh, bukan untuk dicontoh agar tidak melakukan hal yang sama,” katanya.

Menurutnya, selama tujuh tahun di penjara membuat dirinya bisa memahami karakter berbagai lapisan masyarakat. Sebab selama berada di penjara, ia merasa dirinya sedang melakukan pendidikan. “Mondok,” kelakarnya.

Bahkan ia pun mengaku delapan kali khatam Alquran selama di dalam penjara.

“Alhamdulillah banyak pelajaran dan ilmu yang saya dapatkan selama saya mondok ini,” kata dia. (nur/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/