alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Terseret Ombak di Sekotong, Agus Salim Ditemukan Tak Bernyawa

GIRI MENANG-Setelah melakukan pencarian sejak Sabtu (13/6) lalu, jasad Agus Salim, pemancing yang hilang di perairan Meang, Sekotong akhirnya ditemukan, Selasa (16/6). Jasad Agus Salim, warga Desa Cendi Manik ini ditemukan mengambang dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Korban berhasil ditemukan tadi pagi (kemarin, Red) pukul 08.30 Wita dalam keadaan meninggal dunia. Lokasi penemuan di arah barat sekitar 0,66 Nm dari lokasi kejadian,” kata Kepala Basarnas Mataram Nanang Sigit.

Basarnas Mataram bersama unsur terkait menemukan mayat tersebut mengambang di perairan Bukit Langit, Dusun Pangsing, Desa Buwun Mas. Mayat Agus Salim langsung dievakuasi dan dibawa menuju Teluk Sepi, Sekotong, Lombok Barat.

“Setelah berhasil dievakuasi, jasad Agus diserahkan ke tim medis yang sudah berada di Teluk Sepi dan selanjutnya dibawa menuju Puskesmas Sekotong,” imbuh Nanang.

Agus Salim pertama kali dilaporkan tenggelam terseret ombak oleh warga atas nama Dahri ke Basarnas Mataram Sabtu (13/6) malam beberapa jam setelah kejadian. Korban dilaporkan bersama dua orang pergi memancing di perairan Meang Sekotong sejak pukul 08.30 Wita.

Tiba di lokasi kejadian, mereka langsung memancing ikan dari atas tebing karang. Sekitar pukul 17.00 Wita, korban sudah mulai menghilang. Rekannya hanya menemukan sandal dan pancing miliknya.

“Selama pencarian, kendala yang kami hadapi adalah cuaca yang kurang bersahabat seperti gelombang tinggi di lokasi kejadian dan wilayah sekitarnya. Akhirnya korban berhasil ditemukan pada hari ke-empat,” tutup Nanang.

Dengan kejadian ini, warga yang memiliki hobi atau pekerjaan memancing ikan diimbau tetap waspada. Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Terlebih, menurut keterangan dari warga setempat, kawasan Pantai Meang yang terletak diujung Selatan Pulau Lombok memang di kenal dengan ombaknya yang tinggi. Untuk memancing di lokasi ini harus mengenal situasi dan medan sekitar.

“Untuk memancing di kawasan ini paling tidak harus ada pawang atau pemandu. Karena biasanya mereka tahu mana tempat yang aman untuk memancing dan tidak memiliki ombak besar,” kata salah satu penduduk setempat. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks