alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Wisata Pantai Tanjung Bias Dibuka, Pedagang Kuliner Bahagia

GIRI MENANG-Wabah Korona membuat sebagian warga kehilangan pekerjaan. Mereka terpaksa menjadi pengangguran dalam tiga bulan terakhir.

Kini, memasuki masa transisi new normal, sejumlah kawasan wisata mulai dibuka kembali. Warga yang dulunya menganggur mulai bekerja kembali.

“Tiga bulan tidak ada pendapatan sama sekali. Diam saja di rumah membuat kita makan saja susah, apalagi belanja kebutuhan saat lebaran kemarin,” beber Makbul, salah seorang warga Desa Senteluk, Batulayar, Lobar.

Kini, Makbul bersyukur kawasan wisata Kuliner Pantai Tanjung Bias di Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar dibuka kembali. Sehingga, ia sudah bisa bekerja seperti dulu.

“Normalnya penghasilan kami sebulan di sini Rp 1,5 juta ke atas. Tapi selama tiga bulan terakhir, tidak ada pemasukan sama sekali. Makanya bingung kita nganggur di rumah,” ungkap pria yang bekerja di salah satu warung kuliner Pantai Tanjung Bias ini.

Namun dengan dibukanya kawasan Pantai Tanjung Bias sejak Sabtu akhir pekan lalu, warga mulai ceria. Ratusan warga silih berganti memadati kawasan wisata kuliner ini. Khususnya Hari Sabtu dan Minggu sore, pengunjung membludak melepas penat dan stress.

“Tetapi kami tetap beroperasi dengan mengedepankan protokoler Covid-19. Semua pegawai menggunakan masker dan kami juga menyiapkan tempat cuci tangan,” ujarnya.

Lili, salah satu warga Keluarahan Selagas mengaku senang melihat kawasan wisata kuliner Pantai Tanjung Bias dibuka. Ia yang datang bersama keluarganya karena sudah cukup lama merindukan suasana pantai ini. Apalagi sambil menikmati hidangan kuliner laut yang segar tangkapan para nelayan setempat.

“Tapi ada kekhawatiran juga memang akibat Korona ini. Cuma ya senang aja tempat wisata kembali dibuka,” syukurnya.

Kepala Desa Senteluk Fuad Abdulrahman mengatakan pihaknya kembali membuka kawasan kuliner Pantai Tanjung Bias setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Mulai dari aparat keamanan hingga pemerintah daerah.

“Ini adalah keinginan masyarakat kami khususnya yang bekerja di warung kuliner Pantai Tanjung Bias. Tentunya protokoler Covid-19 tetap kami terapkan,” ujar dia.

Fuad mengatakan ada sekitar 53 warung yang beroperasi di kawasan kuliner Pantai Tanjung Bias. Dengan masing-masing warung memiliki karyawan atau pekerja 5-7 orang. Jika dikalkukasikan, maka kawasan kuliner ini menyerap lapangan pekerjaan setidaknya 250 orang. Dengan rata-rata penghasilan Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per bulan. Tergantung ramai tidaknya pengunjung.

“Selama tiga bulan mereka tidak dapat penghasilan apa-apa akibat wabah Korona. Tentu kami khawatir ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan warga tetapi juga keamanan di Desa Senteluk,” bebernya.

Sehingga ia pun memilih mengambil langkah cepat membuka kawasan wisata ini dengan menerapkan protokoler Covid-19. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks