alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Ramai-Ramai Soroti Pemenang Tender PJU di Lobar

GIRI MENANG—Penetapan pemenang tender proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Lombok Barat (Lobar) memicu gelombang protes. Pemkab diingatkan dalam menetapkan pemenang harus sesuai kualifikasi yang telah ditentukan pemerintah pusat.

 

”Kami dari DPRD telah memutuskan kriteria-kriteria perusahaan (peserta tender) dan seharusnya menjadi referensi pemerintah daerah,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah, Rabu (16/6/2021).

Pemkab Lobar diminta memperhatikan beberapa syarat yang harus dipenuhi peserta tender. Pertama, perusahaan itu harus terdaftar di Penjamin Infrastruktur Indonesia. Kedua, perusahaan peserta tender harus memiliki pengalaman dalam berinvestasi.

”Dua poin inilah yang harus menjadi tolok ukur pemerintah dalam memilih perusahaan yang ikut dalam tender,” jelasnya.

Di sisi lain, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak (Ampes) melakukan aksi demonstrasi. Mereka menuntut pemerintah meninjau kembali pemenang tender proyek tersebut.

Perwakilan Mahasiswa Heriawan mengatakan, Ampes mendorong Pemkab Lobar membatalkan PT Surya Energi Indonesia (PT SEI) sebagai pemenang tunggal proyek KBPU PJU di Lobar. ”Setelah kami cek, PT SEI ternyata tidak memiliki Izin Usaha Penunjang Jasa Tenaga Listrik  (IUPJTL) dan tidak memiliki pabrik pendukung di Indonesia. Ini harus menjadi perhatian Pemkab Lobar,” jelas Heriawan.

Sementara Kadis Perkim Lobar HL Winengan mengatakan akan meneruskan tuntutan peserta aksi ke Unit Layanan Pengadaan Barang Jasa (ULP-BJ). Dikarenakan ini ranah dari ULP dalam proses seleksi tender tersebut.

Dirinya akan melakukan kroscek dan verifikasi ke ULP. Jika terbukti seperti tuntutan, pihaknya akan meminta dilakukan seleksi ulang terbuka. Termasuk juga memastikan ke ULP-BJ untuk syarat-syarat yang harus dimiliki perusahaan.

”Kami akan minta penjelasan ULP. Sebab sekarang baru proses pra kualifikasi,” ujarnya.

Diterangkan pemenang proyek ini nantinya akan memasang 12.005 titik lampu PJU di seluruh Lobar. Dipasang mulai tahun 2022 hingga 2024.

”Pembayaran dimulai dari tahun 2024 hingga tahun 2034 selama 10 tahun kerja sama ini,” kata dia. (nur/r3)

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks