alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Ada Warga Misterius Terdaftar Terima Bantuan

GIRI MENANG-Pembangunan rumah korban gempa terus dikebut. Misalnya saja di Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar). Saat ini, ratusan rumah sedang dalam proses pembangunan. Mulai dari Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA), Rumah Instan Konvensional (RIKO), hingga Rumah Instan Kayu (RIKA).

“Karena ada layanan satu pintu, saat ini semua masyarakat kami sudah menerima rekening dan semua sudah membentuk Pokmas,” terang Sabudi, Kepala Desa Selat yang baru saja dilantik, Jumat (15/2) lalu.

Pembangunan rumah korban gempa di Desa Selat kini dalam proses. Warga merasa terbantu dengan dilibatkannya pihak TNI. Ia mengaku semua masyarakat terlayani. Progres pembangunan rumah warga dikatakannya bervariasi. Ada yang panelnya sudah beridiri utuh hingga baru mulai pembangunan pondasi.

Data dari pemerintah desa, ada 431 rumah yang rusak berat. Sebanyak 575 dan rusak sedang, dan 383 unit rusak ringan. Sehingga total kerusakan rumah yang terdampak gempa sebanyak 1.389 rumah. Dari jumlah tersebut sebagian besar warga memilih RISHA. “Hanya empat Pokmas yang memilih RIKO,” ungkap Sekretaris Desa Selat Mardi Cahyadi.

Pilihan rumah tahan gempa diberikan masing-masing kepada Pokmas. Terlebih saat ini anggaran sudah diterima masing-masing Pokmas. Sehingga mereka yang menentukan kapan mulai membangun rumah miliknya dengan didampingi fasilitator. “Ada yang sudah mulai membangun, penjajakan dengan aplikator hingga tanda tangan kerja sama,” lanjut sekdes.

Yang jadi kendala saat ini adalah belum keluarnya SK susulan untuk sejumlah rumah yang telah diusulkan saat uji publik. Pada tahap pertama, ada 1.389 rumah semua kategori kerusakan yang diusulkan terdampak gempa. Namun saat uji publik ada tambahan sekitar 100 lebih yang ternyata mengalami kerusakan. “Sehingga jumlah yang kami usulkan kembali menjadi 1.438,” sebutnya.

Selain itu, ada juga warga yang ternyata tidak diketahui identitasnya sebagai warga Desa Selat tapi terdaftar mendapat bantuan. Diduga ada kekeliruan nama saat pengusulan data beberapa waktu lalu. “Ada dua orang yang ada namanya tapi bukan warga kami. Termasuk orang luar yang punya rumah kami coba selidiki juga tidak ada,” bebernya.

Sehingga ini yang akan diverifikasi atau divalidasi ulang. Agar warga yang belum menerima bantuan bisa segera membangun rumahnya kembali. “Termasuk yang hasil rumahnya dari SK saat ini rusak ringan tetapi kenyataannya rusak berat. Ini yang akan divalidasi lagi,” tandasnya. (ton/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks