alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Tilar Negara Dirujuk ke RSUP NTB

GIRI MENANG-Tumor ganas yang diderita Tilar Negara, bocah 2,5 tahun asal Desa Giri Tembesi Kecamatan Gerung Lombok Barat (Lobar) masih belum bisa disembuhkan. Meskipun, saat ini bocah malang tersebut sudah dirujuk pihak RSUD Tripat Gerung ke RSUP NTB.

“Kata pihak medis masih menunggu hasil Scan. Baru bisa diambil tindakan apakah akan dioperasi di sini atau dirujuk ke RS Sanglah Bali,” tutur Ani, kakak Tilar Negara.

Dirawat di ruang ICU Gili Trawangan RSUP NTB, sejauh ini kondisi Tilar diungkapkan Ani masih sama seperti sebelumnya. Benjolan matanya yang keluar seperti bola pingpong masih belum kempes. Ini membuat penglihatannya terganggu dan kerap meringis kesakitan. Namun untuk kondisi tubuhnya, saat ini terbilang cukup baik. Karena ia mendapatkan perawatan sejak di RSUD Tripat hingga di RSUP NTB.

Saat ini dia sedang menunggu kepesertaannya di BPJS Kesehatan aktif 21 Januari mendatang. Kemudian dirinya bisa mendapatkan layanan kesehatan rujukan online untuk dibawa ke Bali. “Hari senin besok (hari ini, Red) hasil scan-nya keluar,” cetus Ani.

Sementara dari keterangan Humas RSUP NTB Solikin, Tilar dirujuk ke RSUP NTB sejak 14 Februari lalu. Saat ini tim medis sedang melakukan pengkajian terhadap penyakit yang dideritanya. “Untuk sementara sedang dilakukan pemeriksaan penunjang.  Selanjutnya menunggu informasi dari tim medisnya,” jelas Solikin.

Pihak RSUP NTB masih melakukan perbaikan kondisi Tilar agar tetap fit. Mulai dari transfuse darah hingga tindakan CT Scan dilakukan pihak RSUP NTB untuk mengkaji penyakit tumor ganas anak kelima dari warga atas nama Rakmah tersebut. “Kami masih menunggu hasilnya,” tandasnya. (ton/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks