alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Senggigi Aman, Wisatawan Bertahan

GIRI MENANG-Sementara itu, kawasan wisata Senggigi Lombok Barat (Lobar) aman dari dampak gempa, kemarin. Sejauh ini, belum ada laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar adanya kerusakan akibat gempa atau pun korban jiwa.

“Sejauh ini belum ada laporan yang kami terima. Mudah-mudahan kita di Lobar aman,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar Hartono Ahmad pukul 16.00 Wita.

Begitu juga dari keterangan Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lobar Joko Marhaindrianto yang dihubungi Lombok Post sekitar pukul 20.00 Wita. Dari hasil koordinasinya dengan seluruh fasilitator yang ada di masing-masing desa terdampak gempa, sejauh ini belum ada laporan adanya kerusakan akibat gempa kemarin.

Hanya memang sejumlah warga panik berlarian keluar rumah hingga keluar tenda mereka ketika gempa terjadi. “Pantaun fasilitator sejauh ini belum ada laporan dampak gempa di Lobar. Kalau ada, itu akan disampaikan di grup WhatsApp yang sudah kami buat. Begitu juga di grup BPBD Lobar, masih belum ada laporan,” terangnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari M Zaini juga mengaku belum ada laporan warganya yang terdampak gempa kemarin. Meskipun, desa ini sebelumnya menjadi salah satu desa yang paling terdampak gempa Agustus 2018 lalu. “Alhamdulillah belum ada,” jawabnya.

Sedangkan dari pihak manajemen hotel di kawasan Senggigi, gempa yang terjadi kemarin memang cukup dirasakan. Namun tidak ada wisatawan yang memilih check out pasca terjadinya gempa. Mereka tetap memilih bertahan di hotel.

“Karena saat gempa terjadi, sebagian besar tamu hotel ada di luar. Ada yang memang diam di kamar keluar ke lobi sebentar saat gempa terjadi. Tapi mereka masuk lagi. Tamu tetap tinggal,” ujar General Manager Hotel Montana Senggigi Binang Odi Alam dihubungi Lombok Post melalui ponselnya.

Sementara untuk dampaknya terhadap konstruksi bangunan, Odi sapaannya juga mengaku tidak ada kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Sehingga sejauh ini gempa menurutnya tidak terlalu berdampak dirasakan wisatawan atau geliat pariwisata kawasan Senggigi yang perlahan mulai membaik. “Alhamdulillah kunjungan sudah mulai lumayan,” tandasnya.

Tidak hanya Hotel Montana Premier, kondisi di Hotel Sheraton Senggigi pun demikian. Marketing Communication Hotel Sheraton Mayang Christie mengaku sejauh ini kondisi wisawatan yang menginap baik-baik saja. “Alhamdulillah semua tamu aman. Tidak ada yang check out,” jelasnya via pesan WhatsApp.

Pantauan Lombok Post, gempa yang terjadi memang cukup kuat terasa di Lobar. Kaca jendela sejumlah rumah warga bergetar. Membuat warga berhamburan keluar rumah. Di Gerung misalnya, warga yang merasakan guncangan gempa berteriak sambil lari keluar rumah.

“Cukup terasa soalnya getarannya. Sempat membuat lutut lemas. Tapi lama kelamaan akhirnya terbiasa,” ujar Hendri, salah seorang warga Desa Kebun Ayu, Kecamatan Gerung. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks