alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Lacak Penularan Korona, Ratusan Warga Lobar Ikut Rapid Test

GIRI MENANG-Untuk mencegah bertambahnya kasus positif Korona di Lombok Barat (Lobar), gugus tugas Covid-19 mengambil langkah cepat. Mereka menelusuri warga yang berpotensi terpapar Korona dari berbagai klaster. Baik klaster Gowa, klaster Bogor, atau klaster Jakarta.

“Semua warga Lobar yang baru pulang dari luar daerah, siapapun dia, harus discreening. Tidak hanya jamaah tablig yang datang dari Gowa, semuanya kita perlakukan sama,” jelas Sekretaris Daerah Lobar H Baehaqi, Kamis (16/4).

Semua warga yang memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah harus melakukan pemeriksaan kesehatan di sejumlah posko yang disediakan. Mulai dari Sanggar Mutu di Gerung, SKB Gunungsari, hingga di PPSA Sasambo Matupa Narmada.

Baehaqi memberikan penjelasan terkait SOP yang diterapkan. Setelah mengikuti screening, warga yang baru pulang dari luar daerah akan diminta melakukan isolasi selama 14 hari.

“Yang sehat (dari hasil screening), nanti isolasi mandiri di rumahnya. Kalau yang kurang sehat bisa diisolasi di Sanggar Mutu Gerung SKB Gunungsari atau PPSA Sasambo Matupa Narmada,” jelasnya.

Di setiap posko, Pemkab Lobar menyiapkan petugas terpadu dari Dinas Kesehatan Lobar, Satpol PP, BPBD, Dishub Lobar dan Dinas Sosial Lobar. Dinas Kesehatan bertugas untuk melakukan screening, Satpol PP untuk pengamanan, Dinas Perhubungan untuk mengangkut dan menjemput warga dari Pelabuhan Lembar dan BPBD mengawal warga yang melakukan isolasi.

Selain melakukan screening terhadap warga yang datang dari luar daerah, pemda juga telah melakukan pendataan terhadap warga yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit. Khususnya yang berkaitan dengan klaster penularan virus Korona di NTB.

“Jumlah warga yang didata sebagai ODP dan PDP sebanyak 250 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 107 orang telah melakukan rapid tes,” jelas Baehaqi.

Hasil rapid tes, ada yang reaktif dan non reaktif. Bagi warga yang reaktif, dibawa ke dua rumah sakit milik Pemda Lobar. Yakni RSUD Tripat Gerung dan RSUD Awet Muda Narmada. Agar warga bisa mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Terpisah, Dirut RSUD Tripat Gerung drg. Arbain Ishak mengungkapkan, saat ini pihaknya menangani dua warga yang dinyatakan positif Korona berdasarkan hasil Swab. Dua orang yang positif itu berasal dari Kediri dan Lingsar. “Kondisinya kini sudah membaik, mudahan bisa sembuh,” jelas Arbain.

Penanganannya kini sudah sesuai prosedur. Pasien mengikuti proses perawatan hingga harus meminum obat yang diberikan.

RSUD Tripat dikatakan Arbain sudah memiliki ruangan terpisah untuk menangani pasien positif. Dipisahkan dari ruangan untuk pasien dalam pengawasan. Tenaga medis juga sudah dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) standar kesehatan. Bantuan yang diterima dari pemerintah provinsi maupun pengadaan dari rumah sakit setempat.

“Kalau PDP dan yang positif jadinya yang diisolasi ada delapan orang (Dua positif korona). Kalau yang PDP tinggal menunggu hasil Swab,” jelasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks