alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Padangbai Terganggu, Antrean Kendaraan Sempat Mengular di Pelabuhan Lembar

GIRI MENANG-Pelabuhan Lembar, Lombok Barat nyaris lumpuh. Ini akibat dari kecelakaan KMP Dharma Rucitra III di area Dermaga 2 Pelabuhan Padangbai Bali, beberapa hari lalu.

Antrean panjang truk pengangkut barang terlihat memadati parkiran pelabuhan. Mereka menunggu giliran untuk menyeberang ke Bali. “Saya datang di Pelabuhan sekitar pukul 20.00 Wita tadi malam (kemarin malam, Red). Sampai sekarang masih belum bisa nyeberang,” ujar Agus, salah satu sopir truk yang mengangkut jagung kepada Lombok Post sekitar pukul 12.00 Wita, siang Rabu (17/6).

Total 16 jam Agus mengantre di Pelabuhan Lembar, akibat kapal yang diberangkatkan per hari mengalami pengurangan trip. Karena Dermaga 2 yang ada di Padangbai Bali belum bisa digunakan.

“Ya mau gimana lagi. Namanya juga musibah, mau tidak mau harus nunggu,” ujar sopir yang mengaku berasal dari Banyuwangi tersebut.

Agus mengatakan ini bukan kali pertama dirinya mengalami antrean yang cukup lama di Pelabuhan Lembar. “Dulu saat dermaga di Padangbai Bali sempat rusak juga. Antreannya panjang seperti ini,” bebernya.

Pantauan Lombok Post, sejumlah kendaraan angkutan barang hingga kemarin memang masih menumpuk. Bahkan meluber hingga ke luar area parkiran Pelabuhan Lembar.

Koordinator BPTD Pelabuhan Lembar Nelson mengaku kondisi ini sudah terjadi sejak Jumat malam pekan lalu. Akibat KMP Dharma Rucitra III yang nyaris tenggelam saat hendak sandar di Dermaga II Pelabuhan Padangbai.

“Trip (penyeberangan) sekarang jadinya berkurang. Sehari ada delapan kapal,” jelas Nelson.

Pelabuhan Lembar memiliki tiga dermaga. Sementara Pelabuhan Padangbai Bali ada dua dermaga. Karena satu dermaga masih tak bisa difungsikan, otomatis ini juga berdampak pada penyeberangan di Lembar.

“Rata-rata antrean (truk yang akan menyeberang) empat jam. Satu kapal bisa mengangkut truk besar 18 unit, truk sedang 15 unit dan sisanya sepeda motor,” jelas Nelson.

Kapolsek KP3 Lembar Iptu Made Dharma mengaku sejauh ini antrean yang cukup panjang berangsur bisa diurai.

“Truk yang duluan masuk didahulukan. Kemudian yang mengangkut bahan pangan, bawang, atau kebutuhan bahan pokok yang mudah busuk juga diprioritaskan. Itu sudah dipahami,” jelasnya.

Sejauh ini ia mengaku kondusivitas di Pelabuhan Lembar masih terjaga. Meskipun antrean panjang terjadi lima hari terakhir. “Saat ini di Pelabuhan Padangbai masih dalam proses evakuasi kapal. Kami hanya menunggu saja karena belum ada informasi (evakuasi KMP Dharma Rucitra III selesai),” akunya.

Samiun, perwakilan pihak ASDP Pelabuhan Lembar mengaku terjadi penurunan penumpang di Pelabuhan Lembar beberapa bulan terakhir. Penurunan mulai terjadi sejak wabah korona Maret lalu. Ditambah dengan kondisi saat ini memasuki masa transisi new normal dan tidak bisa difungsikannya Dermaga 2 Padangbai. “Karena kan berpengaruh pada aktivitas bongkar muatnya. Terjadi penurunan drastis penumpang sekitar 30-40 persen,” ujarnya. (ton/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks