alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Rencana Pemkab Lobar Bangun Jalan Sopoq Angen Ditertawakan Dewan

GIRI MENANG—Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah tidak setuju rencana Pemkab Lombok Barat (Lobar) membangun jalan dengan nama Sopoq Angen. Menurutnya, untuk nama jalan sebuah daerah semestinya diberikan penghargaan kepada pahlawan atau tokoh masyarakat yang sudah berjasa.

”Lucu-lucu gimana ya, nama jalan daerah Sopoq Angen. Kalau nama jalan ini atas nama paket yang sedang menjabat, saya tertawa saja,” ujarnya geli.

Menurutnya, pemberian nama jalan yang direncanakan dibangun di 2022 itu tidak harus dibuat-buat. Kalau memang berkeinginan bangun jalan, bangun saja jalan.

”Untuk nama jalan, bisa ambil nama tokoh masyarakat yang berpengaruh di Lobar,” sarannya.

Rencana pembangunan di 2022 yang juga dianggap tidak realistis adalah Islamic Center. Menurutnya, pembangunan ini harus dipertimbangkan kembali melihat kondisi keuangan daerah di tengah pandemi saat ini.

”Bukannya kami tidak setuju dibangun Islamic Center, realistis lihat APBD,” katanya.

Ia menerangkan tahun 2022, banyak sekali anggaran yang dibutuhkan. Terutama untuk mengembalikan pinjaman kepada Bank NTB Syariah. Kemudian persiapan pembayaran Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha di Bidang Penerangan Jalan Umum (KPBU PJU).

”Belum lagi penyertaan modal kepada Bank NTB Syariah dan perusahaan daerah lainnya,” tuturnya

Apalagi dalam kondisi dan situasi yang tidak menentu saat ini, pembangunan Islamic Center dianggapnya belum tepat. Harus dilihat dulu asa kebermanfaatannya seperti apa.

Termasuk juga soal dampak kepada Pemkab Lobar seperti apa. Mampu tidak membangun perekonomian masyarakat. Mampu tidak mengubah wajah Pemkab Lobar kedepan seperti apa.

”Kalau memang dalam kondisi ekonomi sudah stabil, tidak masalah kita membuat Islamic Center,” terangnya.

Sementara itu Pemkab Lobar ngotot membangunan Islamic Center dan Jalan Sopoq Angen yang telah digagas sejak tahun 2015. Rencananya ini akan direalisasikan pada tahun 2022.

”Jalan Sopoq Angen dan Islamic Center dalam perencanaan fisiknya 100 persen di tahun 2022,” kata Sekda Lobar H Baehaqi.

Mengingat kondisi keuangan daerah akibat pandemi Covid-19 yang belum stabil, Baehaqi berharap bisa diatensi Dinas BPKAD dan Bapenda agar rencana ini bisa terus berjalan. Pembelian lahan dan bangunan fisiknya diharapkan bisa dilakukan 30-40 persen di 2022.

”Bisa dilanjutkan pembangunannya di tahun 2023,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid memberikan atensi atas dibangunnya Jalan Sopoq Angen dan Islamic Center. Ia berharap agar di tahun 2022 pembebasan lahan harus tuntas jangan setengah-setengah dan dilakukan sesuai dengan prosedur. Pembangunan ini akan menjadi ikon baru Lombok Barat.

”Agar konsep Islamic Center ruang terbuka atau halamannya diperluas dan dibuatkan rest area untuk pedagang kecil,” kata dia. (nur/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks