alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Korban Puting Beliung di Lobar Minta Rumahnya Diperbaiki

GIRI MENANG-Angin Puting Beliung yang terjadi di beberapa kecamatan di Lombok Barat mengakibatkan kerusakan rumah warga. Setidaknya, ada delapan rumah rusak berat. Terbanyak di Desa Rumak, Kecamatan Kediri.

Terkait hal itu, warga berharap agar rumahnya segera diperbaiki. Seperti yang disampaikan Kadus Rumak Barat Selatan, Desa Rumak Ismail. “Tentu, harapannya bisa segera turun (bantuan perbaikan rumah),” katanya.

Dia mengaku, beberapa waktu lalu warga sudah membuat surat laporan resmi perihal minta bantuan ke BPBD dan beberapa OPD terkait. Menurutnya, warga membutuhkan perbaikan lebih cepat karena saat ini rumah tersebut tidak bisa ditempati.

“Apalagi cuaca masih sering hujan dan angin besar. Kasihan warga kalau tidak punya tempat istirahat,” kata Ismail.

Baca Juga :  Jalan Rusak, Pariwisata Ikut Lumpuh

Dia mengaku, khusus di Dusun Rumak Barat Selatan ada tiga rumah rusak parah. Untuk rumah dengan tingkat kerusakan berat, Ismail memperkirakan, masing-masing mengalami kerugian materi hingga Rp 19 juta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar Mahnan belum bisa dimintai keterangannya. Panggilan via telepon yang ditujukan kepadanya tidak diangkat. Pesan singkat melalui WathsApp juga tidak dibalas.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lobar Bahrudin Basya mengatakan, itu menjadi kewenangan BPBD. Biasanya ada koordinasi dengan Perkim. “Tapi sampai sekarang belum ada, kami tunggu-tunggu ini. Biasanya kita turun bersama,” katanya.

Untuk kejadian bencana seperti itu, anggaran rehab rumah rusak menggunakan biaya tak terduga (BTT). Penganggarannya melekat di BPBD. “Kita di Perkim back up di teknis saja,” jelasnya lagi.

Baca Juga :  Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Seperti menghitung rencana anggaran biaya (RAB), membuat gambar, dan pendampingan. Selebihnya tupoksi BPBD. “Kalau back up teknis kapan saja siap. Cuma sampai sekarang belum ada koordinasi dengan kita,” pungkas Bahrudin.

Seperti yang diketahui, angin puting beliung terjadi pada Minggu (12/6) lalu. Total, ada delapan rumah rusak berat dan satu rusak ringan. Selain di Desa Rumak, Kecamatan Kediri, angin kencang itu juga menyasar satu rumah warga di Desa Beleka, Kecamatan Gerung. (cr-bib/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/