alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pecandu Narkoba, 34 Remaja Asal Lobar Direhab ke BNN NTB

GIRI MENANG-Bahaya narkotika dan obat-obatan berbahaya sudah masuk ke desa-desa. Sasarannya adalah kalangan remaja dan usia sekolah. Sebanyak 34 remaja asal Lombok Barat (Lobar) dibawa ke BNN NTB untuk mengikuti rehabilitasi, Kamis (16/7).

“Ada yang dari SMP, SMA, mereka menggunakan metamfetamin (sabu-sabu). Ini adalah zat berbahaya yang merusak saraf,” ujar Ketua Gerakan Pemuda Anti Narkoba (GPAN) Lobar Mursidin.

Meski tahapannya para remaja ini belum sampai kecanduan, namun risikonya dinilai sangat berbahaya. Karena hasil penelusuran GPAN Lobar berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh agama dan masyarakat, para remaja ini sudah cukup lama mulai coba-coba.

“Rencananya kita akan lakukan rehabilitasi rawat jalan selama tiga bulan ke depan,” jelas Mursidin.

Belum diketahui pasti, dari mana para remaja asal wilayah Gerung mendapatkan narkoba. Namun Mursidin mengaku para remaja yang merupakan korban ini cukup kooperatif dan mau mengikuti tahapan proses rehabilitasi dengan baik.

Di kantor BNN NTB yang ada di Mataram, rencananya mereka akan dites urine. Untuk mengetahui kondisi riil mereka. Sehingga diambil langkah pemulihan yang lebih baik.

Mursidin berharap, dengan diketahuinya lebih cepat potensi penyalahgunaan di kalangan remaja, langkah pencegahan bisa dilakukan lebih awal. Ia juga berharap semua pihak mau terlibat aktif memerangi peredaran gelap narkoba di kalangan remaja. Khususnya para orang tua.

“Kami harap peran serta orang tua bisa lebih memperhatikan anak-anaknya. Agar kita bisa sama-sama menjaga generasi penerus bangsa,” tandas Mursidin.

Salah satu remaja kepada Lombok Post membeberkan jika mereka mendapatkan narkoba dari Abiantubuh Kota Mataram. Mereka membelinya langsung dari pengedar yang ada di sana. “Saya dua kali ikut ke sana. Di Abiantubuh,” ujar salah seorang remaja. (ton/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks