alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Kali Tersumbat Sampah, 260 Hektar Lahan di Jakem Lobar Terancam

GIRI MENANG-Sebanyak dua dusun di Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, mengalami genangan setelah hujan deras sejak pukul 00.00 Wita dini hari, Selasa (18/1).

”Dusun Batu Rimpang dan Dusun Granada yang terdampak genangan selutut orang dewasa,” kata Kades Jakem Amirullah.

Ia menjelaskan ada beberapa rumah tergenang akibat limpahan air sawah. Dikarenakan curah hujan yang tinggi sejak semalam dan mulai surut, air yang naik dari semalam. Genangan ini pertama kali sejak adanya  normalisasi sepanjang 700 meter kali sekitar desa.

”Daerah yang tergenang ini termasuk daerah paling bawah,” tambahnya.

Tergenang ini gara-gara sampah dan air kiriman dari desa lainnya. Sementara itu, Desa Jakem sejak tiga tahun lalu sudah merawat kali agar tidak ada sampah. Namun air pembuangan dari kiriman dua desa lainnya.

Baca Juga :  Abaikan Korona, Warga Ambil Paksa Jenazah Positif Covid-19 dari RSUD Mataram

”Kali yang ada ini tersumbat akibat sampah antara Desa Jakem dan Desa Lembar,” terangnya.

Amir panggilan akrab pria ini mengatakan, dulu sebelum normalisasi, banjir yang terjadi bisa berdurasi hingga seminggu. Namun setelah itu dilakukan penggalian dan diangkat masalah yang mengakibatkan tersumbatnya kali tersebut.

”Intinya genangan sekarang sudah tidak seperti sebelum tahun 2019,” tuturnya.

Solusi jangka panjang terus disuarakan ke Pemkab Lobar. Informasi terakhir akan  ada normalisasi pengangkatan sedimentasi di kali tersebut.

”Dinas PU sudah turun survey pekan lalu terkait sedimentasi di kali,” imbuhnya.

Bahkan tahun lalu mengakibatkan habisnya lahan pertanian tergenang. Dimana tahun lalu 150 hektar dari 650 hektar yang ada tergenang. Sehingga membuat warga tiga kali gagal panen dalam setahun.

Baca Juga :  Awal Tahun, Lobar Catat Kenaikan Kasus DBD dan Covid-19

”Kalau sedimentasi ini tidak diangkat, dan hujan terus curahnya tinggi terancam 260 hektar akan habis tergenang,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Lembar Agus Sutrisman mengatakan ada dua desa terdampak genangan. Yaitu Desa Jembatan Kembar dan Desa Eyat Mayang, namun sudah mulai surut.

”Infonya beberapa rumah tergenang. Tapi air sudah surut. Semoga tidak hujan yang berkepanjangan lagi,” terangnya.

Ia  mengatakan saluran pembuangan tidak berfungsi yang mengakibatkan desa tergenang. Kedepan desa akan menjadi prioritas kembali untuk pembersihan tersebut.

”Kami akan selalu berkoordinasi dulu dan jadi prioritas penanganan saluran yang tidak berfungsi,” kata dia. (nur/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/