alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Sekda: Rekrutmen P3K Bikin Pusing

GIRI MENANG-Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) membuat pemerintah kabupaten Lombok Barat (Lobar) kelimpungan. Lantaran, Pemda Lobar mengaku tidak memiliki anggaran terkait pembiayaan gaji maupun tunjuangan P3K.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pimpinan (Rapim) di aula kantor Bupati Lobar Senin kemarin (18/2). “Kami diminta (pemerintah pusat, Red) rekrutmen P3K tapi nggak ada anggaran. Ini bikin kami pusing,” cetus Sekda Lobar HM Taufik.

Kebijakan rekrutmen P3K di Lobar diatur dalam surat MenPAN RB tanggal 4 Februari lalu. Dalam surat tersebut diatur pada tahap pertama, ada 289 formasi yang dibuka. Sementara tenaga honorer eks K2 yang ada di Lobar saat ini sebanyak 234 guru dan 55 orang penyuluh pertanian ditambah dengan empat tenaga kesehatan. Sehingga jumlah total tenaga honorer yang ada di Lobar mencapai 270 orang.

Dengan jumlah ini, kebutuhan anggaran untuk gaji dan tunjangan selama 10 bulan ke depan dari pemaparan Kepala BPKAD Lobar H Mahyudin mencapai Rp 9,64 miliar. Dengan rincian delapan bulan gaji ditambah gaji ke14 dan 13. “Faktanya kita tidak punya uang untuk membayarnya,” ujar Mahyudin.

Estimasinya, gaji masing-masing P3K sebesar Rp 3,25 juta. Ditambah dengan tunjangan Kesra yang bervariasi antara tenaga guru, penyuluh pertanian maupun kesehatan. Dengan kebutuhan anggaran yang cukup besar, Pemda Lobar mengaku tidak memiliki dana. Karena ketersediaan keuangan Pemkab Lobar saat ini hanya Rp 967 juta.  Itu sisa dari enam bulan gaji honorer daerah ditambah Silpa Rp 182 juta.

Padahal, dari keterangan Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lobar Hj Baiq Indriyani saat ini sejumlah pelamar sudah mulai mendaftar secara online. Total pelamar yang sudah mendaftar sebanyak 210 pelamar dari 289 formasi yang tersedia. “Untuk tenaga pendidikan 234 orang dan penyuluh pertanian 55 orang,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, pihaknya mengaku akan melakukan rapat koordinasi mencari solusi atas persoalan ini. Mengingat, ratusan pelamar sudah mendafatar. “Kami akan koordinasi dengan pak Sekda dan instansi terkait membahas ini,” jawab Indriyani ketika ditanya bagaimana kesejalasan rekrutmen P3K di Lobar. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks