alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Cegah Korona Masuk Lobar, Sekda Periksa Pelabuhan dan Rumah Sakit

GIRI MENANG-Upaya pencegahan virus korona terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar H Baehaqi bersama sejumlah pejabat Lobar secara maraton memastikan upaya pencegahan Korona di sejumlah lokasi, kemarin (18/3/2020).

“Kami bersama tim mulai dari Pelabuhan Lembar yang merupakan pintu masuk. Di sana kita lihat pengecekan suhu tubuh (penumpang yang masuk) ke Lombok,” jelas Baehaqi.

Jika dalam proses pengecekan ditemukan ada penumpang yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat selsius, maka ia akan diperiksa lebih lanjut ke Kantor Kesehatan Pelabuhan. Penumpang akan diarahkan di ruang screening yang telah disiapkan pihak pelabuhan.

Jika ada indikasi suspect Korona, maka penumpang akan diarahkan ke RSUD Tripat Gerung. Untuk itu, Sekda Lobar bersama Satgas Korona Pemda Lobar pun memastikan kesiapan pihak rumah sakit. Bagaimana penanganannya nanti, kesiapan tim, ruangan isolasi dan fasilitas pendukung.

“Sejauh ini kita di Lombok Barat (Lobar) tidak ada orang yang dalam pengawasan (ODP) atau yang suspect Korona. Tapi kita tetap waspada,” jelas Sekda.

Sekda juga meminta masyarakat, jika ada yang dicurigai terindikasi Korona agar segera menghubungi call center 081917435067. Call center ini berfungsi bukan hanya untuk melaporkan kasus yang terkait pasein Korona, tetapi pengaruhnya secara sosial dan ekonomi.

Misalnya, melaporkan jika ada pihak yang berupaya menimbun bahan pangan. Untuk kepentingan tertentu.

Untuk itu, setelah bergerak dari RSUD Tripat, Sekda dan rombongan memantau ketersediaan logistik bahan pangan di gudang salah satu retail modern. Di sana, ia memastikan ketersediaan dan kebersihan stok bahan pangan yang nantinya akan didistribusikan ke setiap gerai yang ada di Lobar.

“Ketersediaan dan kebersihan yang kita cek. Stok mencukupi,” ujar Baehaqi.

Sementara Dirut RSUD Tripat drg. Arbain Ishak memastikan pihaknya siap memberikan pelayanan penanganan pasien korona. Mulai dari ruang isolasi, tim dan fasilitas khusus telah disiapkan.

“Pasien yang terindikasi Korona nantinya akan diperiksa di UGD. Setelah suspect, baru akan dibawa ke ruang isolasi yang sudah kami siapkan di belakang,” jelasnya.

Sembilan orang tim yang sudah dilengkapi dengan perlengkapan, kemarin melakukan simulasi. Jika nantinya ada pasien yang memang terindikasi atau suspect Korona.

Arbain juga menyatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah mencegah penularan virus Korona di area rumah sakit. Misalnya dengan pengecekan suhu tubuh pengunjung, membatasi jumlah warga yang menjenguk pasien dan menyiapkan hand sanitizer di pintu masuk dan beberapa titik lain. (ton/r3)

 

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks