alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Dampak Korona Lebih Hebat dari Gempa, Seluruh Pemda Harus Bergerak Lebih Cepat

GIRI MENANG-Usai gempa datanglah Korona. Bencana alam dan wabah ini telah menjadi ujian berat bagi seluruh Pemkab/Pemkot di NTB. Lobar misalnya. Sektor pwriwisata yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian lumpuh dihantam korona.

Dinas Pariwisata Lobar merilis, ada 1.316 orang di 17 hotel wilayah Lombok Barat dirumahkan. Jumlah ini bisa saja terus bertambah. Belum lagi para pedagang kecil, UMKM, hingga sektor lainnya merasakan dampak yang sama. Mereka semua perlahan kehilangan mata pencahariannya.

“Korona ini jauh lebih dahsyat dari gempa. Akibat Korona terputus rantai distribusi dan produksi dalam jangka panjang. Sehingga hampir semua daerah mengalami kesulitan karena terputusnya rantai itu. Tidak hanya Lobar,” jelas pakar Ekonomi Universitas Mataram D. Iwan Harsono kepada Lombok Post, Jumat (17/4) lalu.

Sektor pariwisata Lobar dikatakannya berpotensi mandek dalam jangka panjang. Recovery untuk kembli normal seperti sedia kala tidak bisa dalam waktu singkat. Dua atau tiga tahun. Bahkan jika wabah ini melewati bulan Juni, pertumbuhan ekonomi menurutya bisa negatif. Apalagi hingga Desember, kondisi ekonomi akan menyebabkan resesi.

“Makanya refocusing dan rasionalisasi APBD harus lebih mendasar. Bagimana bisa mempertahankan daya beli,” jelasnya.

Pemerintah Lobar dimintanya agar bersinergi dengan program pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Membendung membengkaknya jumlah kemiskinan dan pengangguran. Caranya adalah dengan melakukan padat karya dan bantuan untuk masyarakat miskin serta UMKM dan idustri kecil untuk memiliki daya saing.

“Yang paling penting adalah pemda dan semua pihak harus bisa sadar, bahwa penting untuk kita diam di rumah agar wabah ini cepat berlalu. Agar kita cepat memulai ekonomi,” jelas Iwan.

Ia menegaskan, pemda atau masyarakat tidak bisa berpikir persoalan ekonomi dengan kondisi situasi seperti ini. Maka, harus diselesaikan masalah kesehatan dulu, baru berpikir ekonomi. “Lupakan ekonomi, agar wabah ini segera berlalu,” pintanya.

Jika kemudian ada masalah kebutuhan sehari-hari yang tak terpenuhi menjadi alasan masyarakat tak bisa diam di rumah, ini yang menurut Iwan harus menjadi tugas pemerintah. Pemerintah harus cepat merealisasikan bantuan kepada masyarakat agar mereka segera diam di rumah.

“Tidak perlu dikaji terlalu lama. Ini kita perang, kalau mau rapat terlalu lama orang banyak sudah meninggal,” ucapnya mengingatkan.

Aturan menurutnya sudah ada, tinggal diikuti. Seperti yang dilakukan pemerintah provinsi dengan membagikan bantuan kepada masyarakat berupa sembako sebagai Jaminan Pengaman Sosial melalui refocusig APBD.

“Tidak boleh ada korupsi anggaran untuk masyarakat banyak. Harus betul-betul diawasi dan bersinergi dan nggak usah saling menyalahkan,” pintanya.

Jika bantuan sudah diberikan pemerintah daerah, masyarakat pun harus patuh untuk tetap diam di rumah. Agar wabah ini bisa segera berlalu. Sehingga masyarakat maupun pemerintah daerah bisa memulai perekonomian kembali. “Rugi dulu, tapi kita bisa segera mulai ekonomi,” cetusnya.

Lobar maupun daerah yang mengandalkan pariwisata saat ini di ambang resesi. Terlebih jika melihat kondisi fiskal Lobar yang kian lemah dari tahun ke tahun. PAD tahun lalu tak bisa memenuhi target. Kondisinya di akhir tahun nanti, bisa jadi lebih parah. Dampaknya juga akan dirasakan masyarakat itu sendiri. “Dalam suasana musibah wabah ini kita harus bahu membahu,” pinta Iwan. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks