alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Senggigi Amburadul, Dishub Lobar Ancam Polisikan Kontraktor

GIRI MENANG-Kondisi Senggigi saat ini masih amburadul. Salah satu penyebabnya adalah material bangunan proyek dermaga yang berserakan di pantai.

“Kami sedang menyiapkan surat teguran ketiga kalinya kepada pihak rekanan agar mereka memindahkan material bangunan tersebut,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat M Najib kepada Lombok Post, kemarin (18/2).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat teguran kepada pihak rekanan. Agar mereka memindahkan material bangunan proyek dermaga yang telah diputus kontrak akhir Desember lalu.

Sayangnya, surat tersebut belum direspons dengan baik. Meskipun pihak Dishub sudah memberikan kesempatan waktu selama sebulan sejak pemutusan kontraK. Agar rekanan memindahkan material tersebut.

“Bahkan tempat tunggu yang rusak akibat ponton milik rekanan juga sampai sekarang belum diperbaiki,” sesal Najib.

Sehingga, jika surat teguran ketiga kali ini nantinya tidak diindahkan, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas. Mengingat material yang berserakan berada di area publik Pantai Senggigi yang sangat mengganggu wisatawan.

“Kalau tidak diindahkan, kami akan laporkan ke lembaga penegak hukum. Agar segera direspons, dan tempat tunggu yang rusak segera diperbaiki,” ancam mantan Kepala BPBD Lobar tersebut.

Sementara Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Lobar Agus Martimbang membeberkan banyak kerugian yang dialami oleh Pemkab Lobar. Akibat mangkraknya proyek Dermaga Senggigi yang tak bisa dituntaskan hingga akhir tahun lalu.

“Kapal cepat tidak bisa sandar di sana. Kemudian di pesisir juga tidak bisa karena terhalang material,” bebernya.

Dermaga yang semula bisa difungsikan kini tak bisa beroperasi lagi. Padahal, ini merupakan salah satu sumber PAD. Kemudian akibat proyek yang tak bisa tuntas tahun lalu, Pemda Lobar terpaksa melanjutkannya dengan menggunakan APBD.

Mengingat proyek ini sebelumnya memiliki sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK). “Mereka itu tidak becus kerja,” kesalnya.

Pantai Senggigi yang menjadi area publik kini juga ikut terdampak. Beberapa kali kondisi ini disorot pelaku pariwisata hingga wisatawan langsung.

Ia membeberkan pihak rekanan mengklaim sudah menunjuk kuasa hukum untuk menggugat Pemda Lobar. Kaitannya perbedaan penilaian progres pekerjaan antara Pemda dan pihak rekanan. Pihak rekanan meminta agar material on site bisa masuk dalam progres pekerjaan sesuai aturan.

Progres berdasarkan hitungan pihak rekanan mencapai 86,84 persen di Bulan Desember 2019. Sementara progres pekerjaan menurut pihak Dishub sekitar 60 persen berdasarkan audit internal. “Kenyataannya yang terpasang itu hanya tiang pancang dan bangku,” bebernya.

Pemda Lobar bersikukuh material on site tidak masuk dalam progres pekerjaan karena belum terpasang menjadi bagian utuh dermaga. “Kontrak kami itu adalah pembangunan dermaga. Bukan pengadaan material,” tegasnya.

Terkait gugatan pihak rekanan ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Perwakilan Surabaya, Agus mengaku belum menerima surat pemanggilan. “Kalau ada resmi mengajukan gugatan, pasti ada tembusan ke kami,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks