alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Akhirnya Bupati Ngaku! Benarkan Sertifikat Lahan LCC Dijadikan Agunan

GIRI MENANGBupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid kali ini tak bisa mengkelit. Ya, setelah pihak Kejaksaan Tinggi NTB membeberkan ke media, bahwa sertifikat lahan Lombok City Center (LCC) digadai, Fauzan pun mengakuinya.

Terkait masalah agunan ini, sebenarnya sudah lama saya tahu. Bahkan dulu setelah saya tahu, saya sudah buat tim negosiator, ungkap Fauzan usai menghadiri acara di Aula Kantor Bupati Lobar, kemarin (19/3).

 Seperti diberitakan Koran ini kemarin, lahan LCC yang luasnya 8,4 hektare itu digadai senilai Rp 95 miliar. Namun, hingga saat ini, Fauzan belum mau membuka di Bank mana sertifikat lahan milik Pemda Lobar tersebut diagunkan.

Fauzan hanya menegaskan kalau ia membentuk tim negosiator untuk mengembalikan sertifikat itu. Tim yang dibentuk berasal dari unsur pejabat Pemda dan PT Tripat.

Awalnya, tim ini ditugaskan untuk melakukan negosiasi dengan PT Black Steel yang disinyalir sebagai induk dari PT Bliss yang menjalin kerja sama dengan PT Tripat. Terkait penggunaan lahan seluas 8,4 Hektare untuk pembangunan LCC. Namun upaya negosiasi itu dikatakan Fauzan tidak berhasil.

“Tujuan negosiasi agar sertifikat itu bisa kembali. Kemudian KSO (kerja sama operasional) itu bisa diubah. Namun itu tidak bisa terwujud. Tapi memang KSO itu membolehkan (sertifikat diagunkan),” ungkap pria yang sempat menjabat Wakil Bupati mendampingi mantan Bupati Lobar H Zainiy Aroni tersebut.

LCC saat ini dikatakan Fauzan bukan menjadi ranah pihak Pemda. Karena tanah itu sudah dihibahkan ke perusahaan daerah. Sehingga tugasnya sebagai Bupati sebenarnya telah selesai mengenai persoalan lahan di LCC. Karena itu menjadi tanggung jawab pihak PT Tripat.

“Tapi kalau ada panggilan dari Kejati ke saya, saya tidak boleh menolak. Jadi saya akan sampaikan apa yang saya ketahui. Cuma saya ini (menjabat) setelahnya (kerja sama PT Tripat dengan LCC). Saya tidak tahu proses itu (memulai kerja sama),” akunya.

Dengan kondisi ini, wajar kemudian pihak PT Tripat maupun PT Bliss tidak terlalu risau dengan tutupnya LCC. Karena, dari keterangan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB Ery Ariansah Harahap, pihaknya menemukan jika aset tersebut memang digadaikan.

Lahan LCC dari dokumen yang ditemukan, digadaikan oleh PT Tripat. Proses gadai dengan agunan tanah tersebut dikuasakan kepada PT Bliss yang mengelola senilai Rp 95 miliar. Padahal, saat penyertaan modal lalu nilai lahan LCC ditaksir yanga Rp 23 miliar.

Ery menegaskan,  tanah Negara yang dijadikan agunan masuk dalam kategori melawan hukum. Karena dari sejumlah aturan yang dijadikan rujukan penyelidik, tidak ada ketentuan yang memperbolehkan tanah Negara dijadikan agunan.

Dirut PT Tripat H Puniman belum lama ini ditanya terkait rencana pengelolaan LCC ke depan masih belum memiliki gambaran. Puniman mengaku belum tahu pasti di tahun ini LCC akan dikelola seperti apa.

Ia hanya mengakui, sejauh ini belum ada pemasukan dari keberadaan gedung yang awalnya menjadi pusat perbelanjaan tersebut.

“Kami sudah sering ketemu. Cuma belum disampaikan ke kami nantinya itu akan dikelola seperti apa. Kami juga tidak memberikan batas waktu, mereka harus apa atau bagaimana,” bebernya.

Informasi yang dihimpun Lombok Post dari warga setempat, sejauh ini LCC kerap disewakan oleh pihak pengelola. “Biasanya sih disewakan untuk event-event. Setahu saya awal 2019 lalu ada event offroad yang diselenggarakan di area LCC. Tidak di dalam gedung tetapi di halamannya,” terang Sekretaris Desa Gerimax Budiartha kepada Lombok Post.

Setiap ada event yang diselenggarakan di gedung LCC, pihak manajemen dikatakannya akan melayangkan pemberitahuan kepada pemerintah desa. Sehingga, pihak desa tentu mengetahui jika ada event yang diselenggarakan di LCC yang berada persis di samping kantor desa.

“Karena ada juga warga kami yang saat ini masih bertugas sebagai security di LCC,” cetusnya. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks