alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Lobar Kembali Usulkan Tambahan Bantuan 75,6 M

GIRI MENANG-Korban gempa yang belum menerima bisa bernafas lega. Menyusul telah diajukannya sekitar 3.246 warga korban gempa yang belumnya terdata ke pemerintah pusat oleh Pemkab Lombok Barat (Lobar). Perkiraan Pemkab Lobar, bantuan rekening bagi korban gempa yang disulkan ini bisa keluar bulan ini.

“Bisa (cair bulan ini). Semoga hari ini bisa masuk dananya biar kita bisa cepat cairkan,” ujar Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Lobar Lalu Ratnawi ketika ditanya apakah bantuan bisa diterima korban gempa bulan ini.

Data awal Dinas Perkim Lobar, terdapat 10.500 unit rumah yang diusulkan oleh pemerintah desa agar mendapatkan bantuan susulan. Namun setelah tim validasi  turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan, maka jumlah rumah yang akan di SK-kan sebanyak 3.246. Dengan rincian 1.817 rumah rusak ringan, 637 unit rumah rusak sedang dan 792 unit rumah rusak ringan.

Dengan jumlah tersebut dibutuhkan tambahan dana sekitar Rp 71 miliar. Di luar bantuan Rp 1,4 triliun yang sebelumnya sudah dikirimkan pemerintah pusat ke rekening BPBD Lobar. Sementara untuk data rumah yang salah kamar atau tidak sesuai dengan kerusakan juga dibuatkan SK revisi bupati.

Dari hasil pendataan untuk revisi, terdapat 16 unit rumah rusak ringan, 106 unit rusak sedang  dan 141 rusak berat. Sehingga, berdasarkan SK revisi bupati diajukan kembali bantuan sebesar Rp 9,8 miliar.

“Jadi total dana yg akan diajukan ke BNPB sebesar Rp 75,6 miliar. Setelah dikurangi silpa dari dana hasil validasi dilapangan,” timpal Kepala Dinas Perkim Lobar Lalu Winengan.

Dengan adanya bantuan ini, sejumlah warga di beberapa desa yang terdampak gempa diharapkan bisa terakomodir. Mengingat sebelumnya terdapat ribuan warga yang hingga saat ini masih belum menerima bantuan sepeser pun dari pemerintah pusat.

Kepala Desa Babussalam M Zaini mengaku ada satu dusun warganya yang rumahnya rusak akibat gempa tidak dapat bantuan sama sekali. Tepatnya di Dusun Beremi. “Padahal, datanya sudah kami ajukan bersamaan dengan warga di dusun lainnya,” ungkapnya.

Tak hanya di Beremi, kondisi serupa juga terjadi di Desa Giri Tembesi, hingga Desa Bug-Bug Kecamatan Lingsar. Atas dasar itulah kemudian Pemda Lobar kembali mengajukan usulan bantuan ke pemerintah pusat. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks