alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Oknum Aplikator dan Fasilitator Nakal Hambat Pembangunan RTG di Lobar

GIRI MENANG-Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Lombok Barat (Lobar) masih menjadi polemik. Lantaran, ribuan korban gempa justru belum mendapatkan bantuan.

“Proses pembangunan RTG yang lamban di Lobar menjadi pertanyaan kami. Permasalahan penerima manfaat, pokmas dan fasilitator serta SK penerima manfaat sudah keluar tetapi rekening penerima manfaat belum ada,” ungkap Ketua DPD Kasta NTB Wilayah Lobar Alhadi Muis usai mendatangi Kantor Dinas Perkim Lobar Kamis (18/6).

Kedatangan Hadi bersama anggota lainnya diterima Kabid Perumahan Dinas Perkim Lobar Lalu Ratnawi. Kepada Ratnawi, anggota Kasta mewakili masyarakat mempertanyakan kejelasan kapan bantuan RTG akan diterima. Mengingat warga sudah menunggu hampir dua tahun.

Ratnawi memberikan penjelasan jika lambannya penyelesaian RTG tahap I disebabkan beberapa alasan. Sehingga progress yang menjadi target di tingkat pusat belum mencapai maksimal. “Kendala pertama adalah SDM aplikator. Aplikator tidak maksimal dalam pendampingan perumahan,” jelasnya.

Banyak aplikator yang membangun RTG tidak memiliki kredibilitas karena tidak melalui rekomendasi tim teknis di Pemkab Lobar. Kemudian banyak laporan pertanggungjawaban yang juga belum diselesaikan oleh fasilitator.

“Hanya 40 persen fasilitator yang baru menyelesaikan LPJ,” rincinya.

Padahal, menurut Ratnawi pada tahap II ini ada sekitar 5.107 KK yang On-Progress dan ditambah sekitar 2.578 KK yang masuk dalam usulan baru. Sehingga total 7.694 KK inilah yang akan menjadi target Dinas Perkim untuk tiga bulan ke depan.

Terkait permasalahan penerima manfaat, pokmas dan fasilitator RTG menurut Ratnawi, untuk tahap II Dinas Perkim akan melakukan rekrutmen ulang. Tujuannya untuk menyaring fasilitator. “Untuk tahap II ini, telah keluar surat dari BNPB Pusat yang isinya menyerahkan kewenangan rekrutmen fasilitator kepada masing-masing kabupaten/kota,” paparnya.

Kenapa hal ini dilakukan? Karena banyak fasilitator bukan berasal dari daerah setempat. Alhasil, komunikasi antara Kadus dan Kades desa setempat kurang baik.

Ratnawi juga menyinggung SK penerima manfaat  yang sudah keluar tetapi rekening penerima manfaat belum ada arahan untuk pembuatan. Ia menjelaskan data yang diusulkan melalui SK Bupati akan dikirim ke BNPB pusat untuk di tracking. Ini menyebabkan nama-nama yang keluar tidak sejumlah SK yang diusulkan oleh Bupati.

Hal ini disebabkan beberapa hal, seperti, data KK suami-istri yang diusulkan ganda. Setelah masuk data anomali dan dicek maka akan diterbitkan salah satu nama saja. Juga, ada data dimana satu KK mewakili dua sampai tiga rumah. Data inilah yang juga ditracking.

“Sehingga berdasarkan data yang dikirimkan pusat inilah kemudian Dinas Perkim merapikan kembali SK tersebut,” jelasnya.

Ratnawi berharap untuk progress tahap II nanti ditempatkan fasilitator yang mengerti hal teknis dan handal. Dan ia juga meminta kepada Kasta NTB, pasca hearing ini agar melanjutkan untuk menyuarakan kepada tingkat provinsi. Agar proses pembangunan RTG tahap II cepat direalisasikan. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks