alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Pandemi Korona, Pengungkapan Kasus Narkoba di Lombok Barat Meningkat

GIRI MENANG-Kasus narkoba di wilayah hukum Polres Lombok Barat (Lobar) masih cukup tinggi. Wabah virus Korona tak membuat pengedar dan pecandu barang terlarang ini takut. Buktinya, selama pandemi Korona, kasus narkoba justru meningkat.

“Terhitung mulai April ada sembilan kasus dengan 11 pelaku yang kami ungkap,” jelas Kasatres Narkoba Polres Lobar Iptu Faisal Afrihadi, Jumat(19/6).

Jika dibandingkan dengan sebelum wabah Korona, Faisal mengaku ada peningkatan pengungkapan kasus yang cukup signifikan. Bisa jadi, para pengguna dan pengedar menurutnya berpikir selama pandemi Korona penindakan terhadap kasus narkoba akan mengendor. Sehingga mereka berpikir akan leluasa dan bebas menggunakan dan mengedarkan narkoba.

“Tetapi justru kami di kepolisian dari jajaran Ditres Narkoba Polda NTB sampai Satres Narkoba di Polres Lobar tidak ada toleransi,” jelas Faisal.

Mulai dari pengguna hingga pengedar diringkus. Yang terbaru salah satu oknum kepala dusun di Kecamatan Sekotong digerebek saat hendak transaksi narkoba. “Untuk barang bukti, hari ini (kemarin, Red) kami hanguskan. Ada 400 gram ganja dan 24 gram sabu. Ini BB sejak April,” ungkap Kasatres Narkoba.

Ia membeberkan, pola penyalahgunaan narkoba selama pandemi Korona mengalami perubahan. Jika biasanya narkoba digunakan di tempat hiburan wilayah Batulayar, saat ini penyalahguna lebih banyak memanfaatkan kos atau perumahan yang sepi. Merujuk pada sejumlah pengungkapan kasus yang dilakukan.

“Makanya kami sangat harapkan peran serta masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui ada rumah atau kos yang mencurigakan dan berpotensi jadi tempat penyalahgunaan narkoba,” pintanya.

Sejauh ini, sejumlah kasus narkoba yang diungkap hampir menyebar di semua kecamatan. Namun kasus tertinggi disebut Kasatres Narkoba terdapat di Sekotong, Batulayar, Labuapi. “Sekotong memang yang cukup banyak. Baru kawasan wisata Batulayar, Labuapi, dan semua kecamatan lain yang ada di Lobar,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks