alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Warga Tolak Rencana PLTU Jeranjang Keruk Pasir di Taman Ayu

GIRI MENANG-Puluhan warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung berkumpul di Bale Pertemuan Dusun Taman, Minggu (19/7). Mereka menolak rencana pengerukan pasir yang akan dilakukan PLTU Jeranjang.

“Rencana PLTU Jeranjang melakukan pengerukan pasir dengan kedalaman tiga meter seluas empat hektare kami tolak jika belum ada solusi untuk mencegah abrasi pantai,” kata Juni, Ketua Kelompok Nelayan Dusun Taman, Desa Taman Ayu.

Diketahui, pihak PLTU Jeranjang berencana mengeruk pasir agar bisa memanfaatkan dermaga tempat bongkar muat batu bara menggunakan kapal tongkang. Batubara tersebut menjadi bahan baku pembangkit listrik PLTU Jeranjang. Dermaga tersebut berada tak jauh dari pemukiman para nelayan Dusun Taman.

Juni mengungkapkan, warga khawatir abrasi besar-besaran akan terjadi jika pengerukan pasir di sekitar bibir Pantai Dusun Taman dilakukan pihak PLTU Jeranjang. Karena, semenjak PLTU Jeranjang berdiri, abarasi dirasakan warga yang bermukim di sekitar Pantai Dusun Taman.

“2017 kami dibangunkan groin untuk mencegah abrasi. Tapi itu tidak efektif, itu yang justru menyebabkan abrasi. Perahu nelayan juga sering terbentur dan bocor karena groin itu,” tutur Juni.

Warga sebenarnya mengusulkan agar pihak PLTU Jeranjang membangun alat pemecah gelombang atau break water. Sayangnya, menurut tim ahli yang didatangkan pihak PLTU, groin dianggap lebih tepat.

“Kami yang terdampak abrasi. Sekarang bisa dilihat sendiri, belasan hektare lahan di bibir pantai abrasi. Jarak rumah warga dengan bibir pantai hanya lima meter. Kalau ombak besar, air laut masuk ke rumah dan pemukiman kami,” tuturnya.

“Makanya kalau kami tidak dibuatkan pemecah gelombang, kami tidak akan membiarkan proses pengerukan pasir dilakukan pihak PLTU Jeranjang,” ancam warga.

Anggota DPRD Lobar asal Desa Taman Ayu H Lalu Muhammad Ismail juga meminta pihak PLTU Jeranjang mengakomodir apa yang menjadi permintaan warga. Ia berharap ada solusi agar tidak merugikan warga yang menjadi nelayan di Dusun Taman.

“Jangan korbankan masyarakat. Kalau abrasi terus menerus terjadi, warga kami mau tinggal di mana? Sekarang tempat tambatan perahu saja sudah susah karena abrasi ini,” ujar pria yang juga memiliki latar belakang nelayan itu.

Ismail meminta PLTU Jeranjang hanya mengedepankan kepentingan perusahaan. Tapi mengabaikan kepentingan masyarakat. Apalagi, di Dusun Taman ada sekitar 150 Kepala Keluarga atau sekitar 500 jiwa yang terdampak abrasi. Sehingga ia meminta persoalan ini jangan disepelekan.

Pihak PLTU Jeranjang yang dikonfirmasi Lombok Post melalui Manajer PLTU Jeranjang Melky Victor Borsalino membenarkan rencana pengerukan pasir di sekitar perairan Dusun Taman. “Betul,” akunya.

Namun terkait penolakan warga dengan rencana pengerukan, pihaknya mengaku akan menindaklanjutinya. “Terima kasih infonya, kami tindaklanjuti,” jawabnya singkat. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks