alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Lahan AMM Pernah Diagunkan di Bank, Pemkab Lobar: Kemungkinan Mengarah ke Pidana

GIRI MENANG-Pemkab Lobar melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terus mengawal penyelesaian sengketa aset dengan pihak AMM Mataram. “Hasil audit BPK menemukan lahan ini pernah dijadikan agunan di bank,” kata Kepala BPKAD Lobar Fauzan Husniadi.

Hal ini membuat kasus ini semakin rumit.”Karena pernah diagunkan ke bank, ada kemungkinan untuk mengarah ke ranah pidana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seharusnya sesuai dengan regulasi, aset milik Pemerintah Daerah tidak boleh dijaminkan. Dalam hal ini, AMM menyalahi itu dan telah dijadikan jaminan atas pinjaman yang mereka lakukan di bank.

“Ini sesuai dengan isi surat gugatan mereka. Lupa mereka bahwa aset milik Pemda tidak boleh dijaminkan,” tegasnya.

Pemkab Lobar saat ini masih berkoordinasi dengan BPK kemudian menunggu hasil audit keluar. Rencananya akan melakukan pemeriksaan pada tanggal 25 Januari mendatang.

“Sertifikatnya sudah terbit, kami akan lakukan audit bersama BPK. Gugatan ke PTUN tidak akan menghalangi untuk melakukan tindakan lanjutan bila AMM tidak mau bayar sewa,” imbuhnya.

Wakil Ketua 3 STIE AMM Sukma Hidayat Kurnia mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan pengadilan. Untuk kemudian mengambil sikap apakah harus membayar.

“Nanti kita lihat hasilnya,” katanya.

Saat disinggung mengenai pihaknya pernah menjadikan lahan tersebut sebagai jaminan di bank. Dia menjawab: “Tunggu putusan pengadilan saja dulu.” (nur/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks