alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Vaksinasi Nakes di Lobar Ditargetkan Tuntas 28 Januari

GIRI MENANG-Proses vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) di Lombok Barat (Lobar) terus berjalan. Hingga Rabu (20/1), dari 2.104 orang nakes, 438 orang sudah divaksin.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lombok Barat dr H Ahmad Taufiq Fatoni mengatakan, meski sempat terkendala pendaftaran di aplikasi peduli lindungi, namun proses vaksinasi nakes berjalan lancar.

“Sempat terkendala pada pendaftaran di aplikasi peduli lindungi namun sebentar saja karena saat ini sudah bisa manual melalui SDMK (Sumber Daya Manusia kesehatan) puskesmas,” terang dr Fatoni, Kamis (21/1).

Setiap hari ada 20 nakes yang divaksin di masing-masing puskesmas dan 50 nakes di rumah sakit. Sehingga ditargetkan vaksinasi nakes ini selesai pada 28 Januari nanti. “Kami targetkan akan selesai sesuai jadwal. Kami mohon dukungan dan doanya agar berjalan lancar,” katanya.

Fatoni meminta semua pihak tetap menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ia juga meminta agar masyarakat tidak cepat terpengaruh oleh informasi hoaks tentang vaksin yang saat ini banyak beredar. Hal ini karena vaksin ini sudah memperoleh izin dari BPOM dan memperoleh sertifikasi halal dari MUI.

“Seperti disampaikan pak bupati saat divaksin kemarin, mari kita serahkan pada ahlinya karena vaksin Sinovac ini sudah memperoleh sertifikasi halal dari MUI dan Izin dari BPOM. Jadi masyarakat jangan percaya pada informasi hoaks dan menyesatkan tentang vaksin ini,” tambah pria murah senyum ini.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lobar Ahad Legiarto meminta masyarakat tidak cepat terpengaruh informasi hoaks tentang vaksin. Saat ini banyak beredar informasi hoax tentang vaksin yang sumbernya tidak jelas.

Hal ini menurut Ahad dapat memengaruhi kepercayaan terhadap vaksin. Karenanya ia meminta masyarakat tidak cepat percaya dan melakukan verifikasi terhadap berbagai informasi yang beredar.

“Masyarakat perlu melakukan verifikasi terhadap informasi agar tidak mudah termakan oleh info hoaks dengan melihat sumber informasi tersebut apakah dari lembaga resmi yang dapat dipercaya atau tidak,” paparnya. (ewi/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks