alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Gabah Langka, Harga Beras Masih Tinggi

GIRI MENANG-Harga beras masih tinggi. Sejak mengalami kenaikan akhir tahun 2018 lalu, harga beras belum mengalami penurunan. Kondisi harga ini diprediksi masih akan terjadi hingga musim panen tiba.

“Kalau saat ini yang naik masih beras. Kalau cabai harganya mulai turun,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar H Mijil Ali.

Untuk beras kualitas super, harga per kilo gram saat ini Rp 11 ribu. Padahal, harga normal beras kualitas super ini biasanya Rp 10 ribu. Bahkan bisa lebih murah. Kondisi ini hampir terjadi di semua pasar wilayah Lombok Barat (Lobar).

Tak hanya beras kualitas super, beras kualitas premium hingga medium juga mengalami kondisi yang sama.

Namun demikian, harga beberapa komoditi lain diungkapkan Mijil mulai mengalami penurunan. Misalnya seperti cabai rawit. Dari yang semula harga per kilo gramnya Rp 12 ribu turun menjadi Rp 11 ribu. Begitu juga dengan harga gula pasir yang berada di angka Rp 12 ribu per kilo gram.

“Kalau kenaikan harga ini sangat erat kaitannya dengan alam. Kalau kemarau panjang, pasti akan ada kenaikan harga. Tapi kemungkinan untuk beras harga stabil saat panen nanti,” jelasnya.

Untuk menstabilkan harga bahan pokok, Disperindag Lobar melakukan operasi pasar di setiap kecamatan. Operasi pasar dilakukan minggu pertama setiap awal bulan.

“Itu sudah kami lakukan di Kantor Camat Gunungsar melibatkan UKM, distributor hingga Bulog. Alhamdulillah stand yang dibangun di lokasi operasi pasar banyak diserbu masyarakat karena harganya sangat terjangkau,” akunya.

Terpisah, Henri seorang pengusaha beras kemasan di wilayah Desa Sesaot mengaku kenaikan harga beras terjadi akibat gabah yang mulai langka. Ditambah, kondisi cuaca yang kerap hujan dan mendung membuat pengepul gabah kesulitan menggiling gabah menjadi beras.

“Gabah agak sulit dicari. Makanya menyebabkan harga beras naik. Biasanya saat sudah musim panen baru harga beras turun lagi,” ujarnya.

Ia mencontohkan sebelum mengalami kenaikan, harga beras kemasan 5 kilo gram yang dijualnya harganya Rp 51-52 ribu. Kini harganya mencapai Rp 55 ribu. “Masih belum bisa turun sampai sekarang,” tandasnya. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks