alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Zero Waste Hanya Wacana

GIRI MENANG-Penanganan sampah di Lombok Barat (Lobar) sangat memprihatinkan. Ini menunjukkan kalau program zero waste yang dikampanyekan Pemprov NTB belum berdampak di Lobar.

Sejauh ini, sampah masih berserakan di pinggir jalur utama. Misalnya di jalan sekitar BTN Mavilla Labuapi. “Tidak ada tempat pembuangan sementara, makanya warga buang di situ,” tutur Hamdi salah seorang warga.

Kondisi jalan yang ada di jalur utama arah Desa Perampuan menuju Kota Mataram ini terkesan sangat jorok. Tumpukan sampah berserakan persis di pinggir jalur utama. Sampah tersebut membaur dengan kotoran kuda. Hal ini menimbulkan bau busuk menyengat.

Keberadaan sampah di lokasi ini beberapa kali disorot. Sayangnya, akibat tidak adanya tempat pembuangan sementara, warga kembali membuang sampah di lokasi ini.

PLH Bupati Lobar Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih mengaku kecewa dengan adanya sampah di sekitar kawasan jalan ini. Karena ia membeberkan BTN Mavila merupakan tempat tinggal Kepala Bappeda Provinsi NTB Ridwansyah. Otomatis, setiap hari ia akan melalui jalan yang jorok dan dipenuhi sampah tersebut.

“Makanya zero waste ini kita harapkan tidak hanya dikampanyekan saja. Bagaimana mempraktikkannya,” ujar Eva kepada Lombok Post, kemarin (20/12).

Ia pun mengaku sudah memberikan penekanan agar program zero waste ini di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan seminimal mungkin menggunakan bahan-bahan plastik. Agar itu kemudian bisa diikuti oleh masyarakat.

Ia juga mengharapkan setiap desa untuk memiliki bank sampah. Agar mengurangi produksi sampah plastik di desa-desa. “Kemudian untuk sampah yang masih tersisa, saya sarankan itu diangkut dua shift oleh petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup Lobar. Karena armada kan terbatas, ya harus pakai sopir yang bergantian,” sarannya.

Pengangkutannya pun menurutnya tak harus dilakukan pagi atau siang hari. Melainkan bisa dilakukan malam hari. Agar tidak menimbulkan gangguan sampah terhadap aktivitas masyarakat.

Selain itu, pemandangan pagi atau siang hari akan lebih indah jika bebas dari sampah.

Eva menguraikan, untuk pagi sampai sore, masyarakat diminta membuang sampahnya di tong sampah milik mereka masing-masing. Kemudian sore hari baru dibawa ke TPS. “Petugas kebersihan dari DLH Lobar mengambil sampah dari TPS untuk dibuang ke TPA malam hari. Jadi tidak ada lagi sampah berserakan pagi hari di pinggir jalan,” urai Plh Bupati yang bertugas di Lobar sampai hari ini tersebut.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan limbah B3 DLH Lobar I Gusti Ayu Swasti Astuti dalam Rapim di aula kantor bupati menyebutkan produksi sampah di Lobar mencapai 175 ton per hari. Dari total produksi sampah itu, yang mampu ditangani rata-rata hanya 60,83 persen.

“Hanya 101,7 ton atau 58 persen yang bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sedangkan 4,95 ton diolah,” ujar Ayu.

Inilah yang kemudian akhirnya membuat pemandangan sampah di Lobar masih bisa ditemukan di mana-mana. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks