alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Dihantam Korona, Target PAD Lombok Barat Terpangkas Rp16 Miliar

GIRI MENANG-Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lombok Barat (Lobar) cukup terkejut melihat proyeksi pendapatan di KUA PPAS Perubahan 2020. Sedikit sangsi. Meski di sisi lain mereka berharap eksekutif benar-benar bisa merealisasikan hal tersebut.

Keterkejutan ini berasal dari koreksi target pendapatan asli daerah (PAD). Yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan badan layanan umum daerah (BLUD).

Di postur APBD 2020, Pemkab Lobar mencanangkan target sebesar Rp274 miliar. Kemudian di KUA PPAS Perubahan, target PAD ini turun menjadi Rp258 miliar.

Penurunan tersebut memang sudah diprediksi kalangan dewan. Namun, yang tak disangka adalah nilainya. Proyeksi penurunan hanya sebesar Rp16 miliar atau hanya sekitar 5,8 persen dari target PAD awal Rp274 miliar. Padahal, ekonomi sedang babak belur akibat pandemi covid.

Karena itu, saat rapat kemarin, sejumlah anggota dewan mempertanyakan proyeksi pendapatan. Yang terlihat optimis dari sisi eksekutif. ”Sepertinya tidak terlalu begitu berpengaruh covid ini. Padahal, pariwisata kita anjlok, tidak bergerak,” kata Anggota DPRD Lobar Lalu Didit Suryawan.

Menurutnya, proyeksi PAD di anggaran perubahan bisa dibuat realistis. Yang tidak bertolak belakang dengan kondisi riil selama pandemi.

Anggota DPRD Lobar lainnya, Indra Jaya Usman bahkan mengatakan, tak menyangka penurunan PAD hanya 5,8 persen saja. Ia mengira PAD bisa terkoreksi sampai 30 persen. ”Tapi, saya senang kalau memang optimis begini. Artinya, dengan ramainya covid, kita tidak terkoreksi terlalu dalam,” kata Indra.

Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah mengatakan, eksekutif harus bertanggung jawab soal postur anggaran mereka di APBD Perubahan nanti. Termasuk proyeksi penurunan PAD yang hanya turun Rp16 miliar.

”Kalau seperti itu, kita senang-senang saja karena turunnya cuma sedikit,” kata Nurhidayah.

Konsekuensinya, pemkab memang harus menggenjot banyak sumber PAD. Salah satunya di pajak bumi dan bangunan (PBB). Yang dia lihat, hingga Juni kemarin, perolehannya sudah dua kali lipat dibandingkan periode serupa pada tahun lalu.

”Belum lagi dengan retribusi parkir dan pasar, itu ada peningkatan,” ujarnya.

Politisi Gerindra ini melihat, eksekutif dan legislatif harus bahu membahu meningkatkan PAD. Contohnya dari segi pariwisata. Dengan transisi new normal ini, pemkab sudah memberi peluang kepada pihak hotel.

DPRD Lobar juga telah bersurat ke DPRD kabupaten/kota seluruh Indonesia. Untuk boleh melakukan kunjungan ke Lobar. ”Saya optimis juga dengan KUA PPAS Perubahan itu. Masih realistis kelihatannya,” tandas Nurhidayah.

Penurunan target PAD disumbang pendapatan dari BLUD dan non BLUD. Di BLUD, dari target semula Rp105 miliar terkoreksi menjadi Rp95 miliar. Non BLUD, dari Rp173 miliar menjadi Rp163 miliar direncanakan di APBD Perubahan.

Sampai sejauh ini, realisasi PAD hingga 30 Juni tercatat berada di angka Rp102 miliar. Masih ada Rp156 miliar yang bisa dikejar hingga Desember 2020 nanti. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks