alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Tempat Wisata di Lombok Barat Sepi, Kunjungan Dibatasi 25 Persen

GIRI MENANG-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memastikan kunjungan tempat wisata dibatasi selama berlakunya PPKM Darurat di Kota Mataram.

”Tempat wisata dibuka, tapi dengan pembatasan kapasitas maksimal 25 persen,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid.

Pantauan Koran ini, sejak awal bulan hingga kemarin (20/7), beberapa tempat wisata dijaga bergantian petugas. Penjagaan dilakukan jajaran Polres Lobar di tempat-tempat wisata yang ada.

Patroli juga dilakukan rata-rata di tempat wisata yang ada di Lobar. Bahkan tempat wisata andalan dikala liburan pun jadi lengang sepanjang hari. Terlihat hanya beberapa kendaraan terparkir. Kalau dirata-ratakan orang yang datang tidak lebih dari 20 orang.

”Ini memang seperti arahan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri dan Surat Edaran Gubernur NTB untuk melakukan pembatasan,” tambahnya.

Informasi terakhir Senin (19/7) Lombok Barat berada di Zona Oranye. Per tanggal 19 Juli tersebut penambahan kasus positif 22 orang, dan sembuh 12 orang. Masih karantina yang kontak orang sebanyak 50 orang, masih isolasi kasus suspek sebanyak 109 orang, dan masih isolasi terkonfirmasi 338 orang.

Dalam pemantauan kegiatan masyarakat, terutama pada hari libur, jajaran Polsek Lembar, Polres Lombok Barat juga melakukan penyekatan. khususnya di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

”Memastikan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan wisata tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes), ditengah masa pandemi saat ini,” kata Kapolsek Lembar Iptu Boy Ari Purnomo.

Ia mengatakan, pihaknya fokus terhadap penerapan prokes, dan disiplin dalam berlalulintas. Dengan diberlakukannya PPKM Darurat di berbagai wilayah, maka prokes merupakan prioritas utama.

”Lobar sendiri, masih menerapkan PPKM berbasis mikro. Jadi segala upaya untuk mencegah penyebaran covid-19 tetap diperketat,” imbuhnya.

Bentuk kegiatannya melakukan imbangan non yustisi, di objek wisata. Salah satunya di Pantai Cemare, sekaligus melakukan pengamanan di lokasi ini. Hingga saat ini, sebagaian besar terpantau mematuhi prokes, dan situasi masih dalam keadaan sepi.

Pedagang juga diimbau mendukung saling mengingatkan kepada pengunjung untuk tetap mematuhi prokes. Menurutnya, penertiban dan pendisiplinan  prokes kepada masyarakat, terutama dalam penggunaan masker dan mencegah kerumunan masih merupakan cara ampuh mencegah penyebaran covid-19.

”Kalau masih ada yang bandel, maka tindakan diberikan berupa teguran dan sanksi sosial,” terangnya.

Disamping itu, pelanggar ini diarahkan kembali, melengkapi diri dengan prokes terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan wisata.

”Jangan sampai terjadi peningkatan angka penyebaran Covid-19 di Lombok Barat, yang bisa saja berujung PPKM Darurat nantinya,” tandasnya. (nur/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks