alexametrics
Minggu, 28 Februari 2021
Minggu, 28 Februari 2021

Tiga Proyek Penataan Senggigi Senilai Rp 6,1 Miliar Rontok

GIRI MENANG-Proyek penataan Dream Point Senggigi di dekat Hotel Pasific longsor Senin sore (22/2/2021) sore. Saat kejadian, wilayah Senggigi, seperti halnya wilayah lain di Pulau Lombok, dilanda hujan lebat.

“Informasi dari warga, kejadiannya pukul 16.30 Wita,” kata Kapolsek Senggigi Kompol Bowo Tri Handoko pada media.

Pemantauan di lokasi kejadian, dinding batu talud tebing rusak sampai dengan trotoar. Lebar tanah yang longsor selebar kurang lebih 30 meter.

Ini adalah proyek Penataan Kawasan Senggigi ketiga yang ambruk. Sebelumnya tebing Senggigi View (31/1/2021) lalu dan tebing Kafe Alberto (6/2/2021) lalu. Untuk diketahui ketiga proyek yang rusak ini bernilai Rp 6,1 miliar. Kawasan di sekitar Hotel Pasifik yang ambruk Senin sore nilai proyeknya Rp 1,7 miliar. Kawasan di sekitar Kafe Alberto senilai Rp 1,8 miliar. Kawasan di Hotel Sheraton nilai proyeknya Rp 2,6 miliar.

Ketiga proyek yang rusak ini masuk dalam lima proyek penataan kawasan Senggigi. Kelima proyek yang dieksekusi tahun 2020 tersebut bernilai Rp 9,8 miliar. Proyek lainnya ada di kawasan Makam Batulayar dengan anggaran Rp 2,6 miliar. Kawasan Pura Batu Bolong senilai Rp 1,2 miliar.

Senin malam, Satlantas Polres Lobar langsung memasang garis polisi di sekitar tebing yang longsor. Kasatlantas Polres Lobar Iptu Rita Yuliana juga meninjau lokasi tersebut. Rita mengatakan, pihaknya menyiapkan opsi rekayasa arus lalu lintas.

“Kemungkinan akan buka tutup. Sementara, akses jalan aman, namun truk berat harus melalui jalur pusuk. Tidak boleh melintasi wilayah tersebut untuk mengurangi beban jalan,” kata Rita.

Kepada warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas diimbau tidak berada maupun beraktivitas mengambil photo di sekitar lokasi tebing tersebut. Mengingat kondisi tebing tidak dapat diprediksi, sehingga diperkirakan berpotensi rawan ambruk kembali.

Wakil Ketua DPRD Lobar Hj Nurul Adha mengatakan, rusaknya ketiga proyek ini perlu evaluasi perencanaannya. Ia mendorong Pemkab Lobar mengevaluasi secara cepat. Khususnya terhadap proses pembangunan dan penataan Senggigi ini.

Sekretaris Komisi II DPRD Lobar Munawir Haris mengatakan, kerusakan ini harus diperbaiki segera. Kata dia, Dinas PUTR termasuk pihak kontraktor pemenang tender yang mesri memperbaiki. Diingatkan agar perbaikan dilakukan dari dasar. “Kalau hanya atasnya yang dipoles, tentu tidak berpengaruh,” ujarnya.

Ketua DPC Gapensi Lobar H Salman memprediksi longsor di Kawasan Wisata Senggigi kemungkinan besar akan terjadi lagi di beberapa titik lainnya. Selain curah hujan yang tinggi, kondisi talud pasangan batu di beberapa tebing kiri-kanan jalan negara tersebut umurnya sudah tua.

“Ada di beberapa titik yang sudah mulai pecah, sehingga sudah tidak mampu menahan beban tanah berair yang muatannya cukup berat,” terangnya.

Dari sisi konstruksinya sudah berbahaya dan membahayakan badan jalan. Mulai dari kawasan Makam Batu Layar ke arah Mangsit, dan Malimbu terus ke arah Pemenang.

“Sekarang ini Pemkab Lombok Barat bersama Balai Jalan harus segera melakukan antisipasi,” tuturnya. (nur/r6)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks