alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Sisi Lain Kedatangan Jokowi ke Lombok : Siswa Bahagia Lihat Langsung Wajah Pak Presiden

Kedatangan Presiden RI Joko Widodo mendapat sambutan hangat dari ribuan warga di Lombok Barat (Lobar). Tua-muda hingga anak-anak begitu antusias menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang

============================

Waktu menunjukkan sekitar pukul 11.00 Wita. Panas matahari menyengat. Keringat bercucuran dari wajah warga di sekitar Gedung Hakka Narmada. Tetapi mereka tak peduli. Tetap bertahan. Menunggu kedatangan Presiden Jokowi.

Rasa penat sudah tak tertahan. Sejumlah siswa sekolah dasar akhirnya berhamburan. Menyerbu dagang es kelapa muda. Mereka begitu nikmat menyedot campuran air kelapa dengan larutan gula ditambah es batu tersebut. Cesss…rasa dahaga terobati.

Ada puluhan siswa kompak menggunakan baju pramuka. Mereka membawa bendera merah putih yang dibuat dari kertas layang. Sejumlah siswa ini berasal dari sejumlah sekolah yang ada di wilayah Narmada. “Anak-anak sudah dari sekitar pukul 09.30 Wita di sini. Mereka tidak sabar menunggu kedatangan Presiden,” ujar Mike Widiya salah seorang guru.

Mike, sapaan guru ini sendiri pun mengaku merasakan hal yang sama dengan siswanya. Ia tak sabar bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. Karena selama ini ia mengaku hanya melihat Jokowi dari layar kaca. Meskipun beberapa kali kedatangan Jokowi ke Lombok, namun Mike mengaku belum pernah bertatap muka langsung.

Satu setengah jam lebih menunggu, akhirnya bunyi sirine mobil patwal pengawal presiden terdengar dari kejauhan. Jalur utama depan Gedung Hakka disterilkan. Mobil jenis Mercedes Benz warna hitam dengan nomor polisi bertuliskan ‘INDONESIA’ akhirnya datang.

Para siswa ini pun langsung antusias seketika saat Presiden membuka jendela pintu mobilnya. Melambaikan tangan sambil melempar senyum ke arah para siswa dan guru yang sudah menunggu cukup lama. “Pak Jokowi..Pak Jokowi,” teriak Dira, salah seorang pelajar SD kelas 5.

Teriakan Dira hanya dibalas senyum lebar dari Jokowi. Karena mobilnya langsung masuk membawanya ke Gedung Hakka.

Meski teriakannya hanya dibalas senyuman, Dira nampak puas. Ia tersenyum bahagia bisa melihat langsung wajah Presiden. “Seneng sama pak Jokowi. Beliau lucu dan baik hati. Saya sering nonton saat debat Capres,” aku Dira.

Meski tak tahu pasti apa masalah yang didebatkan, namun Dira mengaku senang melihat wajah Jokowi. Baginya wajah mantan Wali Kota Solo tersebut lucu dan menggemaskan. “Saya senang karena beliau sering senyum,” cetusnya.

Tak hanya Dira, Miftahul Jannah pelajar kelas 3 SD juga demikian. Ia mengaku selama ini hanya melihat Jokowi dari fotonya yang di pajang di dalam ruang kelas belajarnya. Sehingga, ia pun tak ingin melewatkan kesempatan bertemu langsung dengan presiden kemarin. “Seneng bisa lihat Presiden langsung. Jadi nggak hanya gambarnya di dalam kelas saja yang bisa kami lihat,” timpalnya.

Tidak hanya siswa SD, sejumlah korban gempa pun menyambut hangat kedatangan Jokowi. Mereka meluapkan keluh kesahnya kepada Presiden RI tersebut dengan harapan perbaikan rumah mereka segera dilakukan. Selain di Narmada, Jokowi juga mengunjungi sejumlah tempat lain yang ada di Lobar. Misalnya seperti di wilayah Biletepung di dekat Bundaran Giri Menang Square. Jokowi disambut dengan pelukan dari seorang pria tua yang memeluknya tanpa mengenakan baju hanya menggunakan sarung. (*/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks