alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Bantuan JPS Lombok Barat Belum Serap Produk UMKM Lokal

GIRI MENANG-Penyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Mantap Kabupaten Lombok Barat (Lobar) segera dilakukan. Jika tidak ada kendala, pihak Dinas Sosial Lobar mengaku penyaluran akan dilakukan pekan ini.

“Insya Allah (penyaluran sembako JPS Mantap pekan ini). Hari ini sudah mulai pembagian kartunya,” ungkap Kepala Dinas Sosial Lobar Lalu Marta Jaya kepada Lombok Post, Senin(22/6).

Setelah kartu JPS Mantap tahap II dibagikan, maka keputusan penyaluran sembako tergantung ke pemerintah desa. Mengingat dalam proses pengadaan paket sembako ini, Pemkab Lobar bekerja sama dengan BUMDes masing-masing desa.

Hanya saja, sebelum penyaluran, Disos Lobar akan terlebih dulu mengecek kesiapan dan kondisi sembako yang akan dibagikan. “Kami akan cek kesiapan BUMDes. Setelah pembagian kartu, kami akan keliling,” jelasnya.

Jumlah paket bantuan sembako yang akan dibagikan pada tahap II ini sebanyak 15.000 paket. Jumlahnya hampir sama dengan tahap I.

Terkait usulan memasukkan produk UMKM Lobar dalam paket JPS Mantap ini, Disos Lobar mengaku belum bisa mengakomodir. Karena item paket bantuan tahap II hampir sama dengan tahap I. “Masih fokus kebutuhan pokok. Insya Allah di tahap ketiga,” jelasnya.

Sementara informasi mengenai penyaluran JPS Mantap akan dilakukan selama enam bulan, Kadisos mengaku itu tidak benar. Lantaran, ia belum menerima perintah atau arahan bupati jika bantuan sembako JPS Mantap akan ditambah lagi. “Untuk sementara tiga bulan itu yang kami laksanakan,” jelasnya.

Lalu Martajaya juga menegaskan jika sebagian besar klaim yang diajukan BUMDes terkait pembayaran JPS Mantap tahap I sudah dilakukan. Disos Lobar ebisa mungkin menyelesaikan semua persoalan administrasi dalam penyaluran bantuan sembako JPS Mantap. “Mudah-mudahan tersenyum semua nanti,” harap Martajaya.

Sebelumnya, Pelaku UMKM asal Desa Langko Abdul Hadi mengungkapkan harapannya agar produk UMKM yang ada di Lobar diakomodir dalam paket JPS Mantap. Mengingat tak ada produk UMKM yang diserap Pemkab Lobar dalam penyaluran JPS Mantap.

Akibatnya, para pelaku UMKM hanya menjadi penonton. Terlebih dengan dampak Korona saat ini, pelaku UMKM semakin terpuruk. “Bahkan bukan tidur lagi, tapi pingsan,” bebernya.

Justru, yang mengakomodir produk UMKM Lobar adalah Pemerintah Provinsi NTB melalui program JPS Gemilang. Pemerintah provinsi memesan produk serbat jahe LBS hingga ikan kering untuk dibagikan kepada warga yang menerima bantuan paket JPS ini.

Kehadiran pemerintah provinsi dirasa memberdayakan UMKM. Beda halnya dengan Pemkab Lobar. Seharusnya, jika Pemkab Lobar meniru program provinsi, maka semua UMKM yang kini sedang pingsan di Lobar bisa bergairah dan menggeliat.

“Harapan kami JPS Mantap bisa seperti JPS Gemilang. Ini bukan untuk kepentingan saya pribadi. Tapi ayok berdayakan para pelaku UMKM yang potensial di Lobar ini,” harap pria yang getol memperjuangkan nasib UMKM Lobar tersebut. (ton/r3)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks